
Gaya Hidup, Kabarterdepan.com – Masurai, sebelumnya Closure, memulai langkah barunya dengan merilis maxi single perkenalan “Manusia / Pakar Praktisi”.
Dalam maxi single “Manusia/Pakar Praktisi” Masurai hendak menyajikan wacana tentang dua sisi kehidupan manusia modern di Indonesia yang kontras namun saling terkait: nilai-nilai tradisional yang bersifat siklikal dan tanggung jawab antar generasi, serta realitas kontemporer yang dibentuk oleh citra, instan, dan absurditas dunia maya.
Lagu “Manusia” merupakan refleksi tentang siklus hidup yang tak terputus—dari dilahirkan, dibesarkan, hingga akhirnya menjadi orang tua yang juga harus dirawat. Dalam balutan lirik yang terinspirasi dari nilai-nilai spiritual yang terinspirasi Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 26 dan surat Luqman ayat 14.
Lagu ini menyoroti tentang menunaikan hak orang lain, terutama kerabat dekat, menjaga, menghormati, dan menafkahi orang tua atau mereka yang telah membesarkan kita. Sebuah siklus yang terus berulang, tak pernah berhenti, tak bisa dihindari.
Sementara itu, lagu “Pakar Praktisi” menghadirkan kritik sosial terhadap wajah masyarakat digital hari ini atau para netizen—tentang bagaimana seseorang bisa meraih materi secara instan hanya dengan memaksimalkan nilai-nilai duniawi secara permukaan.
Sosok dalam lagu ini adalah figur ambigu: tak bisa ditebak, bisa saja positif atau negatif. Mereka hidup dalam dunia maya, secara kronis sering dalam status online, di mana persepsi dianggap nyata, dan ilusi lebih cepat menghasilkan uang dibanding kerja keras konvensional.
Lirik Pakar Praktisi by Masurai
Seperti bayi biasa
Yang murni akan tanpa pendosa
Waktu bergulir kencang
Perlahan tlah meniti penghidupan
Layaknya jual diri
Pawai
Lihai
Ringan
Terlintasi
Angka diri pun tertimbang
Menaruh jawaban
Hanya berjaja muka
Putar memutar lensa
Tepat guna
Mereka yang tak terjamah
Kini tlah mendongak
Ada kalanya gila
Kadang nampak mulia
Rahasia
Berpose dalam keramaian
Memainkan wajah dan mimiknya
Apalah kalian semua,
Hanyalah binatang yang tak terkulai
Teriak dalam hati
Pawai
Lihai
Ringan
Terlintas
Angka diri pun tertimbang
Menaruh jawaban
Hanya berjaja muka
Putar memutar lensa
Tepat guna
Mereka yang tak terjamah
Kini tlah mendongak
Ada kalanya gila
Kadang nampak mulia
Rahasia
Oh, lihatlah
Oh, lihatlah
Tampak mudah cari lencana
Pakar atensi dan populasi
Bagan diri tervalidasi
Oh, lihatlah
Oh, lihatlah
Tampak mudah cari lencana
Pakar atensi dan populasi
Bagan diri tervalidasi
Angka diri pun tertimbang
Menaruh jawaban
Hanya berjaja muka
Putar memutar lensa
Tepat guna
Mereka yang tak terjamah
Kini tlah mendongak
Ada kalanya gila
Kadang nampak mulia
Rahasia
Lirik Manusia by Masurai
Menanggung beban
Yang sudah terstruktural
Keringat pun tak hilang
Mencari mata pencaharian
Masa mudaku
Tergerus oleh waktu
Menyangga kebutuhan
Agar tetap berirama
Terima bagaimanapun juga
Manusia
Akan tua dan renta
Hingga waktunya tlah tiba
Hadirkan jiwa bahagia
Pedih perih letih ku terima
Dan kau bila
Memaki dan merintih
Hingga sakiti kalbunya
Tekuk lutut lah dirimu
Sekejap waktu takkan kembali
Bertingkahlah biasa
Kepada ayah bunda
Jangan berharap pula
Mereka lanjut usia
Kini waktunya dirimu
Manusia
Akan tua dan renta
Hingga waktunya tlah tiba
Hadirkan jiwa bahagia
Pedih perih letih ku terima
Dan kau bila
Memaki dan merintih
Hingga sakiti kalbunya
Tekuk lutut lah dirimu
Sekejap waktu takkan kembali
(*)
