
Sampang, kabarterdepan.com – usai digelar mediasi, puluhan massa yang sebelumnya memadati Lyco Kafe di Sampang akhirnya beranjak pulang seiring tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, Kamis (11/12/2025) malam.
Heri, selaku pemilik Lyco kafe, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan massa.
Lyco Kafe Janji Hapus Video
Heri juga berjanji akan menghapus konten video yang dianggap menyinggung serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Setelah proses mediasi yang dipimpin Kapolsek Kota, AKP Mohni, suasana berhasil kondusif. AKP Mohni juga mengimbau agar seluruh pihak menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
Sebelumnya, informasi awal yang diterima redaksi kabarterdepan.com menyebutkan bahwa massa merupakan kelompok yang mengatasnamakan FPI.
Namun setelah dilakukan pendalaman dan wawancara langsung dengan Habib Abdurahman di lokasi, terungkap bahwa massa yang hadir merupakan gabungan alumni serta tokoh ulama setempat.
Mereka merasa perlu menyampaikan keberatan atas konten video yang dianggap tidak pantas.
“Kami datang bukan untuk ribut, tapi menuntut klarifikasi dan meminta agar tidak ada penghinaan terhadap ulama. Ulama itu simbol kehormatan umat. Ketika ada hal yang menyinggung, kami wajib meluruskan dengan cara yang baik,” ujar Habib Abdurahman saat diwawancarai, Kamis (11/12/2025) malam.
Habib juga menegaskan bahwa dengan adanya permintaan maaf terbuka dari pihak Lyco Kafe, persoalan tersebut dianggap selesai.
“Sudah ada permintaan maaf, sudah ada janji untuk menghapus video. Bagi kami, itu cukup. Yang penting tidak terulang lagi,” tambahnya.
Situasi di sekitar lokasi berangsur normal setelah massa membubarkan diri secara tertib. Aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan hingga kondisi dipastikan aman sepenuhnya. (Fais)
