Masjid di Jalur Mudik Jadi Tempat Istirahat Nyaman bagi Pemudik

Avatar of Redaksi
istockphoto 1744454543 612x612 1
Ilustrasi masjid menyediakan fasilitas untuk para pemudik beristirahat. (iStock)

Nasional, Kabarterdepan.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau masjid-masjid di jalur mudik untuk menyediakan fasilitas istirahat yang nyaman bagi para musafir. Hal tersebut diungkapkan Menag dalam wawancaranya di salah satu stasiun TV, Rabu (26/3/2025).

“Masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi posko istirahat dengan fasilitas dasar bagi pemudik,” ujarnya.

Menag menjelaskan bahwa langkah ini penting mengingat jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 152 juta orang. Jika mereka hanya mengandalkan rest area konvensional, fasilitas yang ada tidak akan mencukupi.

“Dengan memanfaatkan masjid dan musala sebagai titik peristirahatan, pemudik bisa berhenti untuk beristirahat, menghilangkan rasa kantuk, serta menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” katanya.

Selain tempat istirahat, Menag juga menekankan pentingnya kebersihan toilet dan ketersediaan air bersih di masjid-masjid agar pemudik merasa nyaman.

“Petunjuk arah ke masjid-masjid ini pun dipasang di sepanjang jalur mudik terutama bagi masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Hal ini bertujuan agar pemudik lebih mudah menemukan tempat untuk beristirahat dan beribadah,” tambahnya.

Menag juga menyoroti dampak ekonomi dari tradisi mudik yang sangat besar. Ia menyebut banyak pemudik yang turut membangun atau merenovasi masjid, musala, pesantren, serta rumah keluarga mereka di kampung halaman.

Menurut Menag, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi sosial. Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page