Masa Kampanye Calon Kepala Daerah, Pj Wali Kota Mojokerto: Ingat Saring Sebelum Sharing

Avatar of Redaksi
211dd35615558925d1bc209e047e84d4
Pj.Wali Kota Mojokerto Moh.Ali Kuncoro saat memberikan pencerahan. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Masa kampanye menjadi tahapan yang krusial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Di tengah era digital, masyarakat akan berbagai dibanjiri informasi, sehingga literasi digital penting untuk terus dipahamkan kepada masyarakat.

Pemberitaan dan informasi yang beragam, termasuk hoaks pada akhirnya akan memengaruhi pemilih dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, edukasi tentang literasi digital menjadi penting untuk membantu masyarakat memilah dan memahami informasi yang diterima.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto menuturkan bahwa sosial media sangat mempermudah seseorang untuk membagi informasi dalam kelompoknya. Oleh karena diperlukan literasi digital yang baik agar para calon pemilih lebih teliti dalam melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya.

“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan untuk saring sebelum sharing. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan menjadi lebih kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial dan menghindari penyebaran berita yang tidak benar,” kata Ali Kuncoro, Rabu (30/10/2024).

Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini menegaskan bahwa untuk memberikan pemahaman kepada warga menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat. Baik dari pemerintah terutama jajaran pada level kelurahan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik, tokoh masyarakat, tokoh agama TNI, Polri tentunya media massa.

“Tantangan mendatang semakin luar biasa, makanya diperlukan insan pemimpin yang kuat, yang berkualitas, dan pemimpin ini akan terlahir dari pemilih yang cerdas, yang mampu memilah informasi,” tegasnya.

Di tengah kemudahan penyebaran informasi, Mas Pj berharap seluruh warga turut serta menjaga iklim politik yang sudah kondusif di Kota Mojokerto dengan tidak mudah menerima segala informasi yang belum tentu kebenarannya. Terutama berita-berita yang berpotensi mencederai kredibilitas terselenggaranya demokrasi.

“Segala informasi bisa diakses melalui gadget, memberi komentar, saran, kritik juga dapat dilakukan dengan gadget, jangan sampai berawal dari gadget timbul fitnah dan ketegangan dalam masyarakat,” pesannya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page