
Yogyakarta, kabarterdepan –– Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Nabati Nusantara, dan Bawahskor melakukan aksi damai di Stadion Mandala Krida, Semaki, Umbulharjo, Kota Jogja, Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (17/2/2025).
Mereka meminta agar peredaran dan konsumsi daging anjing dihentikan total dan mengganti dengan bahan makanan dari nabati.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY dinilai lamban dalam melakukan menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur No. 510/13896 Tahun 2023 terkait Pengendalian Peredaran atau Perdagangan Daging Anjing dan Hewan Penular Rabies.
Koordinator DMFI, Elsa Lailatul Marfuah menyampaikan jika pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pemprov DIY pada 19 Oktober lalu dan berencana segera untuk menindak lanjuti dengan penyusunan Perda.
“Sayangnya, langkah konkret yang diharapkan publik tak kunjung direalisasikan, sementara praktik perdagangan dan konsumsi daging anjing yang kejam dan berbahaya tetap berlangsung,” terang Elsa melalui keterangan tertulis.
Ia menyampaikan jika perdagangan anjing merupakan hal yang kejam dan harus disudahi aktivitasnya karena berdampak kepada banyak hal, salah satunya Kesehatan. Dirinya menyebut pemeriksaan pergerakan perdagangan anjing yang dikirim ke DIY cukup lemah.
“Seperti kasus penyelundupan 78 anjing dari Jawa Barat yang digagalkan di Kulonprogo pada 2021 lalu. Ini bukan hanya sebatas pelanggaran hukum, namun ancaman yang nyata bagi status DIY sebagai daerah yang bebas rabies dengan risiko penyebaran zoonosis yang mematikan,” ujarnya.
Sementara itu, Program Manager Nabati Nusantara, Angelina Pane memberikan alternatif kuliner untuk menggantikan sengsu yang berbahan non daging. Dirinya menyampaikan bukan tidak mungkin masakan tongsung dibuat tanpa menggunakan daging
“Tongseitan membuktikan sebaliknya. Rasanya tetap kaya rempah, gurih, lebih sehat dan yang terpenting, tidak ada penderitaan di balik setiap porsinya,” katanya.
“Ini adalah bukti bahwa kita bisa menikmati hidangan lezat tanpa harus melakukan kekejaman terhadap hewan,” imbuh Angelina.
Tongseitan disebutnya terbuat dari bahan nabati, sehingga aman untuk dikonsumsi yang di dalamnya terdapat kandungan 851 kkal, kalori, 161.8 gram karbohidrat, 26.4 gram protein, 3,5 gram serat, serta berbagai vitamin dan mineral penting seperti 16 mg zat besi,75,1 gram kalsium, dan 17,6 gram vitamin C.
“Dengan komposisi ini, Tongseitan bukan hanya solusi bagi mereka yang ingin berhenti mengkonsumsi daging anjing, melainkan juga menjadi pilihan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu anggota Bawahskor, Dimaz Maulana menyampaikan jika pihaknya tidak hanya berbicara tentang sepakbola, namun juga berbagai hal di luar itu, salah satunya memperhatikan isu perdagangan anjing yang marak di Yogyakarta.
“Aksi ini dekat dengan keresahan kami sebagai warga Yogyakarta. Stadion bukan hanya tempat menyaksikanbola, tapi juga ruang untuk menyuarakan isu-isu penting bagi komunitas kami,” katanya
“Kami berharap pemerintah DIY benar-benar mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perdagangan daging anjing. Ini bukan sekadar retorika tanpa eksekusi,” imbuh Dimaz. (Hadid Husaini)
