Manfaatkan Lahan Warga, Bank Sampah Berlian 02 Tompeyan Yogyakarta Beri Dampak Ekonomi Jangka Panjang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Ibu-ibu anggota Bank Sampah Berlian 08 saat melakukan penimbangan sampah plastik, Minggu (2/11/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com).
Ibu-ibu anggota Bank Sampah Berlian 08 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta saat melakukan penimbangan sampah plastik, Minggu (2/11/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com).

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Warga kampung Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta merespon cepat gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS Jos) yang digunakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta.

Ketua 2 Bank Sampah Berlian Keksi Ayu menyampaikan telah memulai kegiatan pengumpulan sampah untuk nantinya dijadikan sebagai tabungan. Dengan memanfaatkan lahan milik warga yang tak terpakai, penimbangan dilakukan bersama-sama yang yang dimulai pada awal bulan.

“Kita membiasakan ibu-ibu memilah sampah organik dan non organik, kita pilah lagi sampah organik nantinya kedepan akan diambil dipilah lagi,” katanya saat diwawancarai, Minggu (2/10/2025).

“Kalau untuk anorganik nanti diambil pembeli (pengepul). Per orangnya (setoran) kita timbang menjadi tabungan. Seusai kesepakatanya setahun sekali kita buka tabungan,” katanya.

Ia menyampaikan, saat ini penghasilan dari anggota belum menjadi prioritas mengingat program tersebut baru dijalankan selama 3 bulan. Dengan semakin banyak masyarakat mengumpulkan sampah, disebutnya dapat memberikan dampak ekonomi dari sampah yang ditabung.

Saat ini belum seluruhnya masyarakat bergabung menjadi nasabah Bank Sampah Berlian 08. Keksi ingin ke depan semakin banyak masyarakat yang bergabung.

Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo Agus Antariksa mengapresiasi aktivitas yang dilakukan oleh anggota bank sampah Berlian 08 Kampung Tompeyan. Hal ini disebutnya mampu mendorong pengurangan sampah organik dan anorganik.

Terlebih aktivitas tersebut dapat menjadi berkah bagi masyarakat karena memberikan penghasilan meskipun kecil. Kendati begitu, ia berharap dengan akumulasi yang telah terkumpul, kedepannya bisa lebih bermanfaat.

“JIka setiap bulan berkumpul Rp 20 ribuan dikali setahun Rp240 ribu kalau bisa menjual per setor Rp50 ribu cukup lumayan untuk menambah biaya rumah tangga,” katanya.

Bank Sampah Berdampak Positif

Aktivitas para warga di Bank Sampah tersebut juga berdampak positif bagi kerukunan setempat. “Ini bisa menjadi sarana untuk silaturahmi warga,” katanya.

Anggota B DPRD Kota Yogyakarta Oleg Yohan mendorong inovasi pengolahan sampah yang ada di Kemantren Tegalrejo melalui teknologi pirolisis. Alat ini dinilai dapat membantu mengurangi jumlah sampah sisa produksi yang ada di setiap kampung.

Alat ini dapat menghasilkan solar dengan pengolah sampah plastik. Ia menyampaikan Tegalrejo akan dijadikan sebagai pilot project.

Disebutnya pirolisis telah diujicobakan di Kelurahan Gunungketur, Pakualaman yang mampu mengakomodir sebanyak 80 kepala keluarga.

“Dengan ketentuan 1 kepala keluarga 5 kilo. Kalau 5 kilo itu kan bisa terurai menjadi pupuk selama 10 hari artinya kita butuh 10 drem untuk kemudahan 1 kali bisa 10 hari ini,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page