
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Okupansi atau tingkat hunian hotel di Kabupaten Mojokerto mengalami lonjakan signifikan menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026.
Kenaikan okupansi ini terutama terjadi pada hotel dan penginapan yang berada di kawasan pegunungan, yang menjadi destinasi favorit wisatawan untuk menikmati suasana akhir tahun yang lebih sejuk dan tenang.
Bahkan, sejumlah penginapan dilaporkan sudah hampir penuh jauh sebelum malam pergantian tahun tiba. Salah satu hotel yang mencatat tingkat keterisian kamar nyaris maksimal adalah Grand Whiz Hotel Trawas.
Okupansi Hotel Hampir Penuh
Dari total 102 kamar yang tersedia, tingkat okupansi hotel tersebut telah mencapai sekitar 99 persen. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk menghabiskan momen pergantian tahun di kawasan Trawas yang dikenal dengan panorama pegunungannya.
Marketing Communication Grand Whiz Hotel Trawas, Riyya Izza, menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa dua kamar yang belum terpesan.
“Tinggal dua kamar yang belum terisi, selebihnya sudah full,” ungkapnya, Senin (29/12/2025) siang.
Ia menjelaskan, hampir seluruh kamar tersebut dipesan khusus untuk menginap pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Berkaca pada tren pemesanan di tahun-tahun sebelumnya, Izza optimistis sisa kamar yang masih tersedia akan segera terisi menjelang hari terakhir Desember.
“Biasanya pada last day nanti sisa kamar akan terpesan di hari H, jadi pasti penuh,” paparnya.
Lebih lanjut, Izza mengungkapkan bahwa mayoritas tamu yang memesan kamar berasal dari luar Kabupaten Mojokerto. Pengunjung didominasi wisatawan dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, hingga Jombang, yang memilih kawasan Trawas sebagai lokasi favorit untuk merayakan pergantian tahun.
Menurutnya, sebagian besar tamu merupakan pengunjung baru yang sengaja datang untuk menikmati suasana malam tahun baru dengan latar pemandangan pegunungan Trawas. Meski demikian, perayaan tahun baru di hotel tetap menyesuaikan dengan imbauan pemerintah, salah satunya dengan tidak menggelar pesta kembang api.
“Ya, tidak ada kembang api. Tapi rencananya tetap ada acara lain untuk pengganti,” paparnya. (*)
