Makam Keramat di Sampang Hasil Petunjuk Gaib Akhirnya Dibongkar, Ada Motif Ekonomi?

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Pembongkaran Makam keramat yang di lakukan jumat lalu (fais/kabarterdepan.com)
Pembongkaran Makam keramat yang di lakukan jumat lalu (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Sebuah makam keramat yang sempat dibangun di area pemakaman Bhuju’ Kramat Lanceng, Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, akhirnya resmi dibongkar pada Jumat (26/9/2025).

Makam keramat tersebut dibangun oleh seorang warga bernama Sinol, yang mengaku mendapat petunjuk lewat mimpi setelah menjalani tirakat selama 41 hari.

“Awalnya saya hanya ingin menjalankan pesan mimpi setelah tirakat. Semua biaya pembangunan saya tanggung pribadi, tanpa ada maksud lain,” jelas Mohammad Junaidi, Lurah Dalpenang yang menirukan perkataan Sinol, Senin (29/9/2025)

Junedi menambahkan,, pembangunan makam Keramat itu kemudian memicu reaksi masyarakat setempat. Warga kemudian melapor kepada pihak kelurahan.

Menanggapi laporan tersebut, Junaidi segera menelusuri siapa yang membangun makam itu dan mengumpulkan masyarakat untuk melakukan musyawarah.

“Setelah kita lakukan musyawarah bersama, diputuskan bahwa makam harus dibongkar demi menjaga ketertiban dan kesakralan situs pemakaman. Syukurlah keputusan ini diterima dengan lapang dada oleh pihak yang membangun,” jelas Junaidi.

Sinol pun tidak menolak keputusan tersebut. Ia hanya berpesan kepada masyarakat terkait konsekuensi dari pembongkaran itu.

“Kalau nanti ada kejadian yang sifatnya mistis, seperti kesurupan atau hal-hal di luar logika, itu bukan tanggung jawab saya,” ujarnya.

Proses pembongkaran makan kearamat berlangsung kondusif dengan dihadiri perwakilan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), aparat penegak hukum, elemen masyarakat, hingga awak media.

Motif Ekonomi Makam Keramat?

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abdul Basith, menegaskan bahwa pembangunan makam tersebut murni inisiatif pribadi, tanpa ada kepentingan ekonomi maupun politik.

“Tidak ada motif ekonomi di balik pembangunan makam itu. Ini murni keyakinan pribadi Sinol setelah menjalani tirakat,” tegas Basith.

Dengan pembongkaran ini, area Bhuju’ Kramat Lanceng kembali ke fungsi semula sebagai tempat pemakaman umum yang bernilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Sampang. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page