Mahasiswi UPI Ditemukan Tewas Berdarah di Gymnasium. Kronologi, Identitas, dan Penyelidikan yang Sedang Berlangsung

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241226 224736 Google
Potret Universitas Pendidikan Indonesia. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Bandung, Kabarterdepan.com – Seorang mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berinisial AM (21) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Kamis (26/12/2024).

Korban ditemukan tergeletak dengan kepala berdarah yang tertutup kerudung, menciptakan suasana duka mendalam di lingkungan kampus.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dua mahasiswa UPI, Fajri dan Daffa, sedang berada di Gedung Gymnasium untuk menyelesaikan tugas video basket. Saat mereka naik ke lantai dua, keduanya dikejutkan dengan pemandangan korban yang sudah dalam posisi tertelungkup, dengan kepala yang berlumuran darah dan tertutup kerudung.

Tanpa membuang waktu, kedua saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola gedung dan Polsek Sukasari. Petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) UPI, Prof. Suhendra M.Ed., Ph.D., mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut.

“Peristiwa ini memang benar terjadi. Namun, latar belakang dan penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Prof. Suhendra saat dihubungi media.

Menurut Prof. Suhendra, berdasarkan koordinasi awal dengan Tim UPT K3 UPI, korban diduga terjatuh dari lantai dua Gedung Gymnasium. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Sartika Asih untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Saat ini tim dari kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut,” tambahnya.

Korban diketahui bernama AM, mahasiswi asal Kampung Dayamekar, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). AM adalah mahasiswi angkatan 2021 di Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI.

Tak hanya dikenal sebagai mahasiswi yang rajin, AM juga memiliki prestasi akademik yang luar biasa. Berdasarkan data kemahasiswaan, korban memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91, yang mencerminkan dedikasi tinggi terhadap studinya. Selain itu, AM aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk Mahacita UPI, di mana ia menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Pengurus Mahacita XXXI.

Tim kepolisian dari Polsek Sukasari saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga terjatuh dari lantai dua. Namun, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini, karena proses investigasi masih berlangsung.

Polisi juga berencana memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua mahasiswa yang pertama kali menemukan korban, serta petugas keamanan dan pengelola gedung. Kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian juga akan diperiksa untuk mengetahui detail insiden yang menimpa korban.

Berita ini dengan cepat menyebar di kalangan mahasiswa UPI dan masyarakat sekitar. Banyak mahasiswa yang merasa terguncang atas kejadian tragis ini. Pihak kampus pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

“Kami sangat kehilangan salah satu mahasiswi terbaik kami. AM adalah pribadi yang berprestasi dan berdedikasi tinggi. Kami mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ungkap Prof. Suhendra.

Duka mendalam juga dirasakan teman-teman korban, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi Mahacita UPI.

“AM adalah sosok yang sangat aktif dan bersemangat. Kehilangannya meninggalkan luka mendalam bagi kami semua,” papar salah satu rekan korban.

Tragedi ini memunculkan harapan dari berbagai pihak agar penyelidikan dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Teman-teman korban dan keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian ini untuk memberikan kejelasan dan keadilan bagi korban.

Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti kampus UPI. Gedung Gymnasium tempat korban ditemukan menjadi titik perhatian, dengan banyak mahasiswa yang datang untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir bagi AM. Pihak kampus juga telah menyediakan ruang konseling bagi mahasiswa yang merasa terguncang akibat peristiwa ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan keamanan di lingkungan kampus, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Sementara itu, masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan kepolisian terkait tragedi ini. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page