Wow! Mahasiswa UGM Ciptakan WormiBox, Pengolahan Pupuk Organik Berbasis Kecerdasan Buatan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Sejumlah mahasiswa UGM mengenalkan Wormibox. (UGM for kabarterdepan.com)
Sejumlah mahasiswa UGM mengenalkan Wormibox. (UGM for kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa dan Kewirausahaan (PKM-K) menciptakan inovasi pengolahan sampah organik dari budidaya cacing yang dijuluki WormiBox.

Berbeda dengan pengolahan sampah lainya, alat ini memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT) dengan mengubah pupuk bernilai ekonomi.

Ketua tim, Azkal Anas Ilmawan (Teknik Nuklir 2022), menyampaikan bahwa WormiBox hadir untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengolah limbah organik.

“Sampah rumah tangga jumlahnya terus meningkat, sementara fasilitas pengelolaan terpusat semakin terbatas,” jelasnya, Senin (13/10).

Alat ini disebutnya dapat membuat masyarakat lebih mudah dan dapat memberikan hasil yang bisa dimanfaatkan.

Ia menyebut pemantauan proses output dapat dilakukan melalui HP atau website secara real time dan berkala.

Cara tersebut menurutnya lebih efisien untuk menghasilkan pupuk organik cair yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Salahsatu anggota Tim Iqbal menyampaikan dengan cara ini, proses penguraian berlangsung lebih efisien, menghasilkan pupuk organik cair yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat dengan produk lanjutan dari pupuk organik cair dan kascing dan vermikompos.

Harga WormiBox

Produk WormiBox dipasarkan dengan harga Rp 699,9 ribu. Pihaknya menargetkan pasar kepada sejumlah peternak cacing dan komunitas peduli lingkungan.

Ia berharap dengan pengelolaan pupuk tersebut dapat mendorong gaya hidup yang ramah lingkungan.

“Kami ingin memberikan inspirasi melalui inovasi yang kami ciptakan untuk keberlanjutan bumi serta menawarkan solusi kreatif,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page