
Sleman, kabarterdepan.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) menggelar lomba cerdas cermat bertajuk Class of Discoursecom (COD) UNRIYO.
Dalam kegiatan yang digelar Kampus 2 Universitas Respati Yogyakarta, Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (10/1/2026) sebanyak 54 peserta dari berbagai daerah bertanding memperebutkan sejumlah trophy.
“Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY, hingga Jawa Timur,” kata Wakil Ketua COD, Eva Sri Atun saat diwawancarai, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan mata kuliah Manajemen Acara pada Program Studi Ilmu Komunikasi
“Kami mengangkat nama Class of Discourscom karena kegiatan ini memang berasal dari mata kuliah manajemen acara. Kami diminta untuk menyelenggarakan sebuah event, dan akhirnya memilih konsep cerdas cermat yang dikemas seperti kuis,” jelas Eva.
Ia menambahkan, konsep acara terinspirasi dari berbagai kuis edukatif yang sering ditayangkan di televisi. Untuk menarik minat peserta, panitia melakukan berbagai strategi promosi seperti roadshow ke sekolah-sekolah serta publikasi melalui media sosial Instagram.
Dies Natalis UNRIYO
Eva menyebutkan bahwa kegiatan yang masuk dalam rangkaian acara Dies Natalis UNRIYO ini juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak kampus.
“Tujuan kami memang menyasar siswa SMA agar lebih mengenal UNRIYO. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami mengadakan event seperti COD UNRIYO,” katanya.
Panitia berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa ia memperoleh nilai mata kuliah yang baik serta meningkatkan solidaritas dan kerja tim.

Salah satu peserta, Satriya Ahmad Maulana asal Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku tertarik mengikuti lomba setelah melihat informasi di Instagram.
“Saya tertarik karena konsepnya seru dan hadiahnya juga menarik. Di poster tertulis juara satu dapat Rp1,5 juta,” ungkap Satriya, yang saat ini duduk di kelas XII SMA.
Ia mengatakan berangkat ke Yogyakarta sehari sebelumnya setelah salat Jumat dan diantar oleh ustaznya. Selama mengikuti lomba, Satriya menilai konsep permainan berbeda dari lomba cerdas cermat pada umumnya.
“Game-nya mirip class of champion, tidak hanya soal tertulis, tapi ada mini games juga, jadi lebih seru,” katanya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Manajemen Acara Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO, Warhi Pandapotan Rambe menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan ini.
Menurutnya, keberhasilan acara tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi dari proses kerja sama tim.
“Yang utama dalam manajemen acara adalah kekompakan. Ini bukan pekerjaan individu, tapi kerja tim. Semua harus berkolaborasi, karena ke depan kita tidak bisa hidup dan bekerja sendiri,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat baca dan wawasan pelajar.
“Untuk mengikuti lomba seperti ini, peserta harus memiliki pengetahuan yang luas. Harapannya, anak-anak muda semakin sering membaca dan terus mengembangkan diri,” pungkasnya. (ADV/Hadid Husaini)
