
Surabaya, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis produksi padi pada 2026 akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hal ini didasarkan pada luas tanam padi pada Oktober, November, dan Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan KP) Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., mengatakan jika panen pada masa tanam akhir 2025 akan terjadi sekitar Januari hingga Maret 2026. Hal ini secara langsung akan mendongkrak produksi padi, apalagi dengan kondisi tanam yang lebih luas.
“Kalau kita bandingkan dengan 2024, luas tanam pada Oktober sampai Desember 2025 lebih besar,” kataHeru, Kamis (15/1/2025).
Meski Ada Puso, Produksi Padi Tetap Optimistis Naik
Lebih lanjut, walaupun beberapa daerah di Jatim mengalami puso atau gagal panen akibat cuaca buruk. Dirinya optimis produksi padi tetap meingkat, hal ini dikarenakan sebagian besar tanaman telah memasuki masa panen.
Besaran lahan yang mengalami Puso mencapai sekitar 3000 hektar, sebagian besar genangan air akibat hujan deras relatif cepat surut sehingga tidak menimbulkan kerusakan signifikan pada tanaman padi.
“Kalau tidak ada cuaca ekstrem yang merusak tanaman, panen Januari sampai Maret 2026 diprediksi meningkat. Ini prediksi berdasarkan data, bukan perkiraan asal,” tambahnya.
Sementara itu terkait lahan yang mengalami puso, Pemprov Jatim akan memberikan bantuan berupa penggantian benih, hingga fasilitasi tanam ulang, dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan luas lahan yang benar-benar mengalami puso pada Desember 2025 hingga Januari 2026, seiring tingginya curah hujan di sejumlah daerah.
“Nanti kami update lagi datanya. Januari ini curah hujan tinggi, jadi kami lihat betul mana yang benar-benar puso dan mana yang tidak,” pungkasnya.
