Longsor di lubuk Sihim Madina, 30 KK Terisolir

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250416 181430
Rumah warga yang terdampak longsor di Lubuk Sihim Madina. (Suhartono/kabarterdepan.com)

Mandailing Natal, kabarterdepan.com- Hujan yang menguyur kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadi bencana longsor di Dusun Lubuk Sihim, Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rabu (16/04/2025) dini hari.

Dusun yang dihuni sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) ini kini terisolir akibat tebalnya material tanah bercampur lumpur Longsoran yang menutupi akses jalan baik menuju ke Lubuk Sihim Atau sebaliknya.

Kapala Dusun Lubuk Sihim Gustiaman mengatakan, longsor terjadi pada pukul 04.00 WIB dini hari di saat warga sedang terlelap tidur.

“Warga tersentak dari tidur setelah mendengar gemuruh longsor, sehingga hanya bisa menyelamatkan jiwa saja,” ucapnya.

“Pada kejadian, Yanueli pemilik Rumah yang terkena longsoran terparah sedang tidur jadi dengan cara mendobrak pintu untuk mengeluarkan Anak korban yang lumpuh,” sambungnya.

Gustiaman menambahkan, untuk sementara waktu anak-anak sekolah di liburkan, akibat tebalnya lumpur yang menutupi jalan keluar dan masuk dusun

“Untuk sementara masyarakat yang bermukim di Dusun Lubuk Sihim tinggal di Tenda pengungsian yang didirikan Pemerintah Desa Muara Batang Angkola,” ujarnya.

Gustiaman juga berharap kepada pemerintah agar masyarakat yang tinggal di Lubuk Sihim supaya bisa di reĺokasi ke tempat lebih aman.

“Supaya tidak ada kekhawatiran, kita berharap kepada pemerintah, agar kedepan masyarakat yang tinggal di lubuk Sihim bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya penuh harap.

Sementara Kepala Desa Muara Batang Angkola Satriya Wira mengatakan, Pemerintah Desa setelah mendapat laporan longsor langsung terjun ke lokasi untuk melihat kondisi bencana longsor.

Selanjutnya dirinya bersama beberapa aparat desa dan warga mendirikan tenda pengungsian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina di tempat yang aman.

“Aparat desa kesulitan menuju lokasi longsor akibat akses jalan tertutup timbunan tanah lumpur setebal lutut orang dewasa dan sepanjang 50 Meter,” terang Satrya Wira.

Satriya wira juga menjelaskan ada dua rumah yang terdampak atau terkena timbunan longsor, dan sekitar 30 KK Terancam longsor susulan bila terjadi hujan kembali.

Ada beberapa langkah yang akan dibuat pemerintah desa dalam jangka dekat dan jangka panjang.

“Di beberapa titik terjadi pergeseran tanah, tentu ini bisa mengancam keselamatan warga yang tinggal disana, mungkin akan kita relokasi pemukiman warga,” paparnya.

Untuk langkah awal Pemerintah Desa telah melakukan koordinasi kebeberapa instansi dan mendirikan Tenda pengungsian.

“Ke depan dirinya bersama TNI rencana akan melakukan gotong royong untuk membuka jalan yang tertimbum material lumpur,” pungkasnya.

Dilain Pihak, Dan Ramil 12/siabu melalui Babinsa Sertu Ridwan Pulungan menegaskan TNI siap dalam membantu masyarakat.

“Untuk kegiatan royong dan segala sesuatunya terkait bencana longsor TNI selalu Siap kapanpun,” ucapnya.

Dari pantauan media di sekitar longsor, Tim Tenaga kesehatan (Medis) dari Puskesmas Siabu bergerak untuk memeriksa kondisi para korban. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page