
Surabaya, Kabarterdepan.com-Angkutan darat seperti bus di Terminal Purabaya masih menjadi salah satu pilihan sebagai moda transportasi bagi masyarakat saat musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angkutan darat seperti bus banyak dipilih karena rute yang beragam dan harga yang murah.
Humas Terminal Tipe A Purabaya, Ilham Brillian mengatakan untuk musim libur Nataru kali ini rata rata PO bus tidak banyak mengalami kenaikan tarif, khususnya untuk rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) lantaran sudah diatur dalam perda.
“Untuk rute AKDP juga tidak ada kenaikan harga karena dilatur oleh Perda. Nanti kalau ada, apabila ada satu base yang melakukan kenaikan harga, nanti penumpang bisa laporan ke kami,” kata Ilham, Sabtu (27/12/2025).
Jika ada PO bus yang menaikkan tarif sembarang, penumpang dapat melaporkannya melalui channel yang sudah disediakan seperti WA Center Terminal Purabaya di nomor 0852-8000-1072. Sementara itu untuk bus patas harganya dapat bervariasi untuk tiap PO lantaran mengikuti aturan tarif batas atas dan batas bawah.
“Misalnya chat di Instagram Tenel Purabaya atau chat di WA Center Purabaya. Nanti kami lakukan langsung penindakan kepada krunya dan kami minta pertama jawaban,” tambahnya.
“Kalau patas harganya bisa berbeda-beda dan kalau harga patas pasti dilaporkan ke pihak terminal,” imbuhnya.
Sementara itu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan moda transportasi bus di Terminal Purabaya, pihak manajemen telah bekerjasama dengan TNI Polri untuk melakukan patroli,khususnya di jam jam sibuk.
“Kami kerjasama dengan TNI Polri, khususnya pada saat patroli, dirutinkan pada saat pagi, sore, atau jam-jam sibuk,” paparnya.
Arus Penumpang Terminal Purabaya Menurun
Untuk arus penumpang di Terminal Purabaya sendiri tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu. Dimana pada 2024 tercatat sebanyak 340.000 orang yang menggunakan bus di Terminal Purabaya, sedangkan untuk tahun 2025 ini hanya tercatat sebanyak 330.000 ribu per tanggal 26 Desember 2025.
“Kalau 2024 totalnya 340.000, kalau sekarang 330.000-an per tanggal 26 kemarin. Untuk rute yang favorit, dari rute 4 di Militar, Malang, Ponorogo, Bojonegoro,” pungkasnya.
