Libur Nataru, Disdik Sleman Tekankan Peran Orang Tua Awasi Aktivitas Anak

Avatar of Jurnalis: Ahmad
IMG 20251209 WA0110
Kepala Disdik Sleman Mustadi. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), khususnya terkait penggunaan gawai dan pergaulan.

Kepala Disdik Sleman Mustadi menyampaikan bahwa masa libur sekolah seharusnya menjadi momentum bagi anak untuk beristirahat sekaligus melakukan kegiatan positif bersama keluarga, bukan justru tanpa pengawasan.

“Libur itu penting, tetapi tanpa pengawasan bisa menimbulkan masalah baru. Karena itu peran orang tua sangat menentukan,” ujar Mustadi saat dihubungi, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, Disdik Sleman telah menerbitkan Surat Informasi Libur Akhir Semester I Tahun Ajaran 2025/2026 yang juga mengatur himbauan kepada sekolah agar tidak membebani siswa dengan tugas berat selama libur.

Namun, Mustadi menegaskan bahwa pengawasan orang tua tetap menjadi kunci utama, terutama dalam penggunaan gawai dan akses internet.

“Penggunaan HP perlu ada kesepakatan dengan anak. Orang tua harus mendampingi saat mengakses internet dan media sosial agar tidak terpapar konten negatif,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah konten yang perlu dihindari, seperti kekerasan, pornografi, perjudian daring, hingga disinformasi. Selain itu, anak diharapkan dilibatkan dalam kegiatan sosial dan aktivitas yang membangun karakter.

Disdik Sleman Ingatkan Orang Tua

Disdik Sleman juga mengingatkan orang tua untuk memastikan anak tidak terlibat dalam kenakalan remaja selama libur sekolah, seperti balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kriminal lainnya.

“Kami minta orang tua benar-benar memastikan anaknya aman selama liburan,” tegas Mustadi.

Selain itu, orang tua diminta mematuhi Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020 terkait jam istirahat anak, yakni pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Disdik Sleman Ponidi menilai pengawasan terhadap penggunaan gawai menjadi tantangan utama saat libur sekolah.

“HP tanpa pengawasan bisa menjadi pintu masuk aktivitas negatif. Karena itu, surat edaran sudah mengatur secara lengkap. Tinggal bagaimana sekolah menyampaikan dan orang tua menjalankannya,” katanya.

Ponidi berharap sinergi antara sekolah dan orang tua dapat menciptakan suasana libur yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi siswa.

“Kalau semua pihak terlibat, libur bisa menjadi momen yang positif bagi anak,” pungkasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page