Ledakan Dahsyat Ban Truk di Fly Over Aloha, Pekerja Tewas Seketika

Avatar of Redaksi

IMG 20260302 WA0024Sidoarjo, KabarTerdepan.com – Dentuman keras memecah suasana pagi di Jalan Raya A Yani, tepatnya di utara Sungai Buntung sebelum Fly Over Aloha, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah ban truk tronton yang tengah diisi angin tiba-tiba meletus, melepaskan pengunci velg yang meluncur deras dan menghantam kepala seorang tukang tambal ban hingga tewas di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Rinto Simangunsong (48), warga Magersari, Sidoarjo. Ia meninggal dunia seketika akibat luka parah di bagian kepala setelah terkena hantaman logam pengunci velg truk yang terlepas karena tekanan udara berlebih.

Kapolsek Gedangan, Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, menjelaskan insiden bermula saat truk tronton bernopol D 9465 VC yang dikemudikan Teguh Irawan (45), warga Krembung, melaju dari arah Sidoarjo menuju Surabaya.

Dalam perjalanan, sopir truk merasa tekanan salah satu ban berkurang dan memutuskan berhenti di lokasi tambal ban di tepi jalan tersebut.

“Pengemudi berhenti untuk mengisi tekanan angin ban yang kempes. Saat proses pengisian berlangsung, sopir sempat mengingatkan agar tekanan angin tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Namun, peringatan itu diduga tak mampu mencegah risiko fatal. Tekanan udara di dalam ban meningkat terlalu tinggi hingga memicu ledakan hebat. Dalam sekejap, pengunci pelek ban terlepas dan terpental dengan kekuatan besar.

“Akibat ledakan itu, pengunci pelek ban terlepas dan mengenai kepala korban. Korban meninggal dunia di tempat karena luka berat di bagian kepala,” jelasnya.

 

Peristiwa tragis tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah pengendara yang melintas sempat menghentikan laju kendaraan karena kaget mendengar suara ledakan.

 

Saksi Subur (60) menjelaskan bahwa, korban ditemukan tergeletak di dekat truk, “sementara suasana sempat panik sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi mengamankan barang bukti, serta meminta bantuan ambulans guna mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit terdekat,”ungkapnya.

 

Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk proses penanganan lebih lanjut. Sejumlah saksi, termasuk sopir truk dan warga sekitar, dimintai keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

 

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyatakan insiden tersebut murni kecelakaan kerja yang dipicu ledakan ban akibat tekanan udara berlebih saat proses pengisian angin.

 

“Kami mengimbau agar pengisian angin, terutama untuk ban kendaraan besar seperti truk, dilakukan sesuai standar keselamatan yang ketat. Pastikan tekanan sesuai spesifikasi dan gunakan prosedur pengamanan untuk menghindari kejadian serupa,” pungkas Kapolsek.(Azies)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page