Lapas Mojokerto Gandeng Persekutuan Doa Imanuel Surabaya, Perkuat Iman WBP Nasrani

Avatar of Redaksi
Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama Persekutuan Doa Imanuel Surabaya mengadakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP beragama Kristen yang digelar di Aula Utama Lapas. (Humas Lapas Mojokerto)
Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama Persekutuan Doa Imanuel Surabaya mengadakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP beragama Kristen yang digelar di Aula Utama Lapas. (Humas Lapas Mojokerto)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Upaya pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak hanya berfokus pada kemandirian fisik, tetapi juga pemulihan mental dan spiritual.

Lapas Kelas IIB Mojokerto menunjukkan komitmen ini melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP beragama Kristen yang digelar di Aula Utama Lapas, dengan suasana penuh khidmat.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lapas Mojokerto dengan Persekutuan Doa Imanuel Surabaya. Seluruh rangkaian acara berlangsung di bawah pengawalan serta pengawasan ketat petugas lapas guna menjamin keamanan dan ketertiban.

Persekutuan Doa Imanuel Surabaya Tanamkan Harapan dan Perubahan Perilaku

Pembinaan kerohanian ini bertujuan untuk memperkuat iman, memberikan ketenangan batin, serta menumbuhkan sikap dan perilaku positif bagi WBP selama menjalani masa pidana. Peserta mengikuti ibadah dengan antusias, memaknai setiap pujian dan doa sebagai sarana refleksi diri.

Dalam pelaksanaannya, Persekutuan Doa Imanuel Surabaya menyampaikan ibadah, doa bersama, serta pesan-pesan rohani yang mengajak WBP untuk tetap memiliki harapan, melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik, dan memaknai masa pidana sebagai proses pembelajaran kehidupan.

WhatsApp Image 2025 12 19 at 4.09.19 PM 1

Kalapas: Mental dan Spiritual Adalah Fondasi Perubahan

Kepala Lapas (Kalapas) Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian adalah pilar penting dari program pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Menurutnya, perubahan perilaku yang langgeng harus dimulai dari hati dan keyakinan masing-masing individu.

“Melalui kegiatan pembinaan rohani seperti ini, kami berharap WBP memiliki kekuatan mental dan spiritual yang baik sehingga mampu menjalani masa pidana dengan lebih positif,” ujar Kalapas.

Dengan pengawalan petugas lapas serta dukungan pihak mitra keagamaan, kegiatan pembinaan kerohanian ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya menciptakan WBP yang beriman, berakhlak, dan siap kembali berperan aktif di tengah masyarakat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page