
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui program-program produktif.
Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah budidaya ikan lele, yang dilakukan di bawah pendampingan langsung petugas, Minggu (29/6/2025).
Budidaya ini menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan sekaligus wujud kontribusi Lapas Mojokerto dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kolam budidaya ditempatkan di area branggang Lapas dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga binaan untuk mengembangkan kemampuan teknis perikanan.
Petugas secara aktif membimbing warga binaan dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pemberian pakan, pengecekan kualitas air, hingga pemantauan pertumbuhan ikan secara berkala.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan warga binaan pasca-pembebasan.
“Budidaya ikan lele ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program ketahanan pangan sekaligus sarana membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat mereka terapkan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Melalui program ini, Lapas Mojokerto berharap dapat mencetak warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berdaya guna. (*)
