Lantik Relawan Demokrasi, KPU Grobogan Berharap Partisipasi Pemilih Meningkat

Avatar of Redaksi
IMG 20240924 WA0192
Suasana pengukuhan Relawan Demokrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Grobogan di Hotel 21, Purwodadi. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan,kabarterdepan.com –
Sebayak 50 orang dikukuhkan sebagai relawan Demokrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Grobogan. Pengukuhan itu, dilakukan di Hotel 21, Purwodadi, Selasa (24/9/2024)

Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo mengatakan, Relawan Demokrasi itu terbagi dalam delapan basis. Yakni basis pemilih pemula, disabilitas, komunitas, perempuan, pemuda, keluarga, keagamaan, dan warganet di Grobogan.

Ia menyebut pengukuhan Relawan Demokrasi oleh KPU Grobogan bertujuan untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Paska pengukuhan ini, para Relawan Demokrasi juga menjadi bagian dari KPU Grobogan,” ucap Agung.

Menurutnya, peran relawan demokrasi yang telah dikukuhkan sangat vital dalam menaikan angka partisipasi pemilih. Sebab, pada Pilkada 2020 lalu, partisipasi pemilih Grobogan terendah se-provinsi Jawa Tengah.

Agung juga mengingatkan kepada relawan Demokrasi untuk berhati-hati saat menggunakan sosial media. Sehingga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Sebab, tugas Relawan Demokrasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Sekarang, teman-teman semua sudah menjadi bagian dari KPU. Saya minta hati-hati jarinya, kadang selip. Jadi, harapannya kan bisa mendongkrak partisipasi pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Grobogan Ngatiman mengatakan, tahun ini merupakan pertama kalinya Pilkada serentak digelar. Adanya Relawan Demokrasi kali ini akan menjadi tolak ukur bagi Pilkada mendatang.

“Pilkada serentak baru pertama kali, jadi ini harus menjadi catatan yang baik. Apalagi suksesnya Pilkada ini juga bergantung dengan penyelenggara. Relawan Demokrasi ini bobotnya sama dengan badan adhoc KPU yang lain, puluhan ribu yang tersebar di semua desa,” ujar dia.

Dijelaskan Ngatiman, partisipasi pemilih di Grobogan merupakan terendah se-Jateng pada 2020 lalu. Sehingga, pihaknya pun berharap angkanya tahun ini meningkat.

“Kami membutuhkan kerja sama bapak ibu, terutama untuk basis pemilih pemula. Nanti harus ke 10 SMA, karena pemilih pemula itu sekitar 30 persen. Jadi sangat perlu disosialisasi,” ucap dia.

Ngatiman pun meminta kepada para relawan untuk mampu melakukan presentasi yang menarik saat sosialisasi. Sehingga, masyarakat sasaran sosialisasi benar-benar tertarik untuk memilih, menggunakan hak suaranya pada 27 November 2024.

“Jadi nanti mengenalkan siapa saja calon bupatinya, diusung parpol apa saja. Calon gubernurnya siapa saja, diusung parpol aja saja. Harus tahu semuanya. Presentasi bikin semenarik mungkin, kalau bosan diberi ice breaking,” bebernya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page