Lansia di Banyuwangi Berdaya, Bupati Kagumi Semangat Gotong Royong

Avatar of Redaksi
IMG 20240909 WA0076 scaled
Bupati Ipuk menyapa pekerja lansia. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com- Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku kagum dengan semangat gotong royong masyarakat Banyuwangi dalam pemberdayaan warga lanjut usia (lansia) seperti yang terjadi saat kunjungan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di 3 desa di Kecamatan Giri, Senin (9/9/2024).

Dalam tugasnya, Ipuk mengunjungi produksi telur asin milik Sai Bunawan, warga Desa Jambesari yang mempekerjakan 15 warga lansia untuk proses produksinya.

“Saat ini saya dibantu 15 pekerja, semuanya lansia di sekitar rumah. Saya sengaja hanya merekrut lansia agar mereka juga kecipratan rejeki. Semoga bisa membawa berkah,” terang Sai.

Sai menjelaskan, tugas para lansia tak terlalu berat, disesuaikan dengan kemampuan mereka yang terbagi dalam beberapa proses produksi yaitu membersihkan telur, merendam telur ke air garam, dan mengukus telur.

Para lansia tersebut memiliki waktu kerja setengah hari, dan sejauh ini Sai mengaku puas dengan kinerja para lansia yang dapat mendukung produksi penjualannya yang berkisar seribu hingga 5 ribu butir telur per harinya.

“Rata-rata kirim 5 ribu butir. Saya utamakan pasar Banyuwangi dulu, kalau ada sisa baru kirim ke Bali,” beber Sai.

Terkait hal tersebut, Bupati Ipuk sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga di desa dan mengaku senang melihat kerukunan dan budaya saling bantu yang dilakukan warga.

Pemkab Banyuwangi pun disebutnya juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia, di antaranya pemberian makanan bergizi gratis melalui program Rantang Kasih, jemput bola pemeriksaan kesehatan, Posyandu Terintegrasi yang melakukan pemeriksaan bagi para lansia, dan berbagai program lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kami minta apabila masyarakat menemukan lansia yang tinggal sebatang kara, atau ada anak putus sekolah melapor ke desa atau kecamatan, agar segera mendapat tindakan,” pesan Ipuk. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page