IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Langgar Ketertiban, Pedagang Nakal di Kota Mojokerto Diobrak Satpol PP

Avatar of Jurnalis : Joe - Editor : Muzakki
Sejumlah petugas Satpol PP menertibkan PKL di area alun-alun Kota Mojokerto, Sabtu (23/12/2023). (Joe/kabarterdepan.com)
Sejumlah petugas Satpol PP menertibkan PKL di area alun-alun Kota Mojokerto, Sabtu (23/12/2023). (Joe/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sejumlah pedagang nakal yang melakukan pelanggaran ketertiban umum di Pasar Tanjung Anyar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di area Alun -Alun, Kota Mojokerto mendadak diobrak dan dilakukan penertiban oleh Satpol PP Kota Mojokerto, Sabtu (23/12/2023) siang.

Pelaksanaan penertiban itu juga melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari unsur Dishub, anggota TNI/Polri wilayah hukum Kota Mojokerto,

Responsive Images

Dari pantauan di lapangan, tindakan penertiban tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB. Petugas terpaksa harus mengamankan beberapa alat milik pedagang seperti meja dan kursi, serta barang dagangan.

Petugas gabungan penertiban dibagi 2 tim dalam melakukan penertiban. Petugas melakukan penertiban pedagang di sepanjang jalan KH. Nawawi, Jalan Cokroaminoto sebelah timur, jalan Residen Pamudji dan di area Alun-Alun yang berjualan menjajakan dagangannya di area sepanjang trotoar.

sejumlah pedagang yang mengganggu fungsi trotoar juga ditertibkan. (Joe/kabarterdepan.com)
Sejumlah pedagang yang mengganggu fungsi trotoar juga ditertibkan. (Joe/kabarterdepan.com)

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Modjari di depan para awak media mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan terpaksa melaksanakan penertiban terhadap para pedagang yang dianggap masih membandel menjajakan dagangannya di area sepanjang jalan trotoar berdasarkan laporan dari warga masyarakat.

“Ini kita lakukan karena aktivitas mereka terlihat mengganggu fasilitas umum hingga sampai membuat kemacetan jalur lalu lintas,” ujarnya.

Modjari menambahkan, sejumlah pedagang terbukti melanggar kesepakatan disetujui bersama saat ditertibkan tujuh bulan yang lalu.

“Semenjak kita tertibkan tujuh bulan lalu. Kami sudah memberikan kelonggaran kepada mereka untuk bisa berjualan pada malam hari hingga pagi untuk pedagang yang berjualan di area Pasar Tanjung Anyar. Namun untuk pedagang di area Alun-Alun, mereka sendiri yang membuat kesepakatan jika khususnya Sabtu pagi area seputar Alun -Alur bersih dari aktivitas perdagangan. Untuk malam hari mereka bisa aktivitas berjualan lagi,” jelas Modjari.

Para pedagang dan PKL bandel tersebut terbukti melanggar Perda No. 3 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan toleransi, Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.

Meski demikian Modjari belum bisa memberikan sanksi terhadap para pedagang tersebut. Sementara hanya dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Kita belum bisa memberikan sanksi karena belum adanya payung hukum dari penindakan dan Perda tindak pidana ringan (Tipiring). Kita upayakan tahun depan sudah ada penetapannya,” pungkas Modjari. (*)

Tinggalkan komentar