Kurang Tidur Sebabkan Hipertensi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Avatar of Lintang
Ilustrasi kurang tidur yang bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. (Freepik)
Ilustrasi kurang tidur yang bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Tidur yang cukup sering dianggap sepele, namun bagi orang dewasa, durasi ideal minimal 8 jam per malam adalah kunci kesehatan optimal. Sayangnya, banyak individu yang gagal memenuhi durasi tersebut. Padahal, kurang tidur memiliki dampak buruk yang signifikan, salah satunya adalah peningkatan risiko penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dilansir dari Very Well Health pada Sabtu (11/10/2025), kurang tidur yang konsisten berpotensi mengganggu jam internal tubuh. Gangguan ini memicu lonjakan hormon stres, yang pada gilirannya menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat secara signifikan.

Peran Vital Tidur bagi Pemulihan Tubuh

Tidur merupakan waktu krusial bagi tubuh untuk beristirahat, mengisi ulang energi, dan melakukan perbaikan internal. Selama siklus tidur, tubuh menjalankan berbagai fungsi vital, termasuk membuang limbah metabolisme, memperbaiki jaringan yang rusak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatur hormon-hormon penting untuk pertumbuhan serta pemulihan.

Ketika durasi tidur terganggu, fungsi-fungsi vital tersebut juga ikut terganggu. Salah satu fungsi yang sangat penting adalah fenomena “nocturnal dipping,” yaitu penurunan tekanan darah secara rutin yang terjadi pada malam hari.

Fungsi ini berperan besar dalam mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular, sehingga memungkinkan adanya proses perbaikan. Kurangnya waktu tidur menghambat proses dipping ini.

Hipertensi dan Komplikasi Serius

Seiring berjalannya waktu, kegagalan dalam menjaga durasi tidur yang memadai dapat berujung pada hipertensi kronis. Kondisi ini membawa risiko komplikasi serius pada jangka panjang, termasuk ancaman serangan jantung dan stroke.

Dua faktor utama yang menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat kurang tidur adalah gangguan ritme sirkadian dan ketidakseimbangan hormon.

Sebuah temuan studi pada tahun 2023 memperkuat hubungan ini, menunjukkan bahwa individu yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki kemungkinan 10 persen lebih besar untuk mengalami hipertensi.

Gangguan Tidur yang Memicu Lonjakan Tekanan Darah

Selain insomnia atau kesulitan memulai dan mempertahankan tidur, beberapa gangguan tidur lainnya juga memiliki kaitan erat sebagai pemicu hipertensi. Salah satunya adalah sleep apnea.

Sleep apnea menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah secara berulang. Kondisi ini memicu respons “lawan atau lari” (fight or run) dari tubuh, termasuk pelepasan hormon norepinefrin.

Hormon inilah yang secara langsung merangsang peningkatan tekanan darah, menjadikan penderita sleep apnea sangat rentan terhadap hipertensi.

Mengingat risiko kesehatan yang mengintai, para ahli menyarankan masyarakat untuk menjadikan tidur yang cukup dan berkualitas sebagai prioritas utama. Mengabaikan kebutuhan tidur bukan hanya mengurangi produktivitas harian, tetapi juga dapat memicu penyakit kardiovaskular serius seperti hipertensi. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page