Kunjungi Rumah Produksi Eco-fashion, Bupati Mojokerto Ajak Masyarakat Viralkan Batik Ulur Wiji

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 05 21 at 9.13.50 AM
Bupati Ikfina mengunjungi rumah produksi eco-fashion batik di Dusun Pandantoyo, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi. (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengajak seluruh masyarakat Bumi Majapahit untuk mencintai produk daerah sendiri dengan memviralkan batik Ulur Wiji.

Ajakan tersebut Bupati Ikfina gaungkan ketika mengunjungi rumah produksi eco-fashion batik di Dusun Pandantoyo, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Senin (20/5/2024) sore.

“Ayo siapa lagi kalau bukan kita yang akan besarkan, mengenalkan dan mencintai produk-produk saudara kita sendiri. Yok kita belanja dan kita pakai batik Ulur Wiji Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto,” ajak Bupati Ikfina.

Tak hanya mengunjungi saja, Bupati Ikfina juga berkesempatan mencoba mencanting di sehelai kain. Diketahui Batik tulis rintisan Nasta Rofika ini, merupakan batik yang diproduksi dengan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, sehingga batik tulis ini memiliki daya tarik tersendiri di dunia fashion.

Selain itu, batik Ulur Wiji yang menghadirkan berbagai ragam motif dengan motif-motif yang terukir tidak terlalu ketat, membuat batik tersebut tidak hanya bisa dipakai untuk acara formal akan tetapi juga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Dari kelebihan tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto menilai, batik Ulur Wiji memiliki pangsa pasar tersendiri yakni kaum milennial.

“Ini keren sekali dan kekinian. Jadi bagi yang suka motif-motif kontemporer, orang-orang yang dinamis dan yang kekinian ini sangat cocok sekali,” ujarnya.

Bupati Ikfina juga menuturkan, bahwa diproduksi dengan menggunakan pewarna alami, membuat batik Ulur Wiji juga dinilai ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini merupakan suatu prospek yang sangat bagus sekali karena memakai pewarna alam, ya jadi istilahnya aman untuk lingkungan dan kesehatan para pekerjanya,” ujarnya.

Sehingga dengan berbagai keunikan dan pemilihan bahan yang tepat, Bupati Ikfina juga mengatakan, bahwa batik Ulur Wiji juga sangat cocok digunakan di daerah iklim tropis.

“Ini ringan, cocok untuk daerah yang panas. Jadi ini nggak gerah begitu,” pungkasnya.

Selain digandrungi para kaum milennial, Batik Ulur Wiji juga telah menembus pasar mancanegara seperti Kanada, Jepang dan Singapura. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page