
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Upaya menjaga stabilitas dan ketahanan pangan menjadi fokus utama Pemerintah Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar dialog tatap muka dengan para petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, pada Rabu (5/11).
Wali Kota Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan
Pertemuan yang akrab dan interaktif ini menjadi wadah bagi Wali Kota—yang akrab disapa Ning Ita—untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Tujuannya adalah menginventarisir dan memahami secara mendalam berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi para pelaku sektor pertanian di wilayahnya.
Dalam sesi dialog, para petani dan anggota KWT menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Kebutuhan tersebut meliputi pengadaan alat-alat berat dan mesin pertanian, seperti hand traktor mini, mesin pompa air, dan sprayer.
Selain kebutuhan alat, persoalan keamanan juga menjadi perhatian, terutama terkait maraknya kasus pencurian buah jeruk di area Taman Belajar Mandiri (TBM).
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ning Ita tidak hanya mencatat, namun juga memberikan sejumlah solusi praktis dan arahan cepat kepada jajaran terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Untuk kebutuhan sprayer, bisa memanfaatkan sprayer handsanitizer yang dulu digunakan saat pandemi Covid-19,” ujar Ning Ita.
Ia menambahkan “Sedangkan untuk mengatasi pencurian hasil panen jeruk, DKPP dapat menganggarkan pemasangan kawat berduri pada tahun depan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan sinergi dengan jajaran TNI dan Polri.
“Masalah ketahanan pangan ini perlu dukungan semua pihak agar program-program pertanian di Kota Mojokerto berjalan efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, Ning Ita menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk melakukan inventarisasi terhadap lahan pertanian yang masih produktif.
Ia juga berencana meninjau langsung kondisi lapangan guna memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan para petani.
Melalui pertemuan ini, Pemkot Mojokerto berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kemandirian dan keberlanjutan pangan di tingkat lokal, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (*)
