
Sampang, Kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang telah berjalan hampir dua bulan. Namun di tengah pelaksanaannya, sejumlah mitra penyedia makanan mengeluhkan kualitas air PDAM yang dinilai tidak layak untuk memenuhi standar higienitas yang diwajibkan oleh Badan Gizi Nasional.
Keluhan itu terungkap saat tim kabarterdepan.com melakukan penelusuran langsung ke sejumlah dapur mitra MBG di Kecamatan Sampang.
Dua mitra memastikan bahwa kualitas air PDAM menjadi kendala serius dalam upaya memenuhi syarat sanitasi program.
Salah satu mitra bahkan menunjukkan surat rekomendasi hasil pemeriksaan sanitasi SPPG dari Dinas Kesehatan.
Dalam surat tersebut tertulis jelas bahwa kondisi sanitasi “tidak memenuhi syarat kesehatan (MSK)”, salah satunya dipicu oleh kualitas air yang tidak layak.
Kondisi Air PDAM
SPPG Bhayangkari melalui Kapolres Sampang AKBP Hartono, juga membenarkan adanya permasalahan kualitas air PDAM tersebut.
Menurutnya, kondisi air yang diterima mitra MBG menyulitkan mereka untuk memenuhi rekomendasi kesehatan yang ditetapkan.
Keluhan serupa disampaikan mitra MBG lainnya. Mereka menyebut suplai air PDAM sering mati, berwarna keruh, dan sesekali mengeluarkan bau tidak sedap.
“Kami dituntut menerapkan standar kebersihan tinggi sesuai ketentuan MBG. Tapi bagaimana bisa bersih kalau airnya sendiri kotor?” ujar Mitra tersebut.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mensyaratkan sanitasi dapur harus memenuhi standar tertentu.
Tim kabarterdepan.com berupaya meminta klarifikasi kepada PDAM Tirta Trunojoyo Sampang, termasuk kepada Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Yazid dan Humas PDAM, Wira, sejak Kamis (13/11/2025) hingga Jumat (14/11/2025). Namun hingga upaya terakhir, tidak ada satu pun yang memberikan respons.
Pada Senin (17/11/2025), tim kembali mendatangi kantor PDAM Sampang dan diarahkan menemui bagian teknis, Kholilul Rohman (Elunk).
Elunk secara terbuka mengakui bahwa kualitas air PDAM di beberapa titik memang tidak layak konsumsi.
“Untuk MBG di Polsek memang airnya tidak layak digunakan untuk minum, mas. Tapi jalurnya sudah kami ganti ke suplai dari Gunung Maddah,” ujarnya.
Namun, untuk wilayah Polagan, PDAM mengaku belum dapat melakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Insya Allah tahun depan ada perbaikan. Kami rencanakan pengeboran sumber air baru,” tutupnya. (Fais)
