Kronologi Tukang Listrik di Banyuwangi Tewas Tersetrum saat Perbaiki Jaringan

Avatar of Redaksi
IMG 20240813 WA0044
Tukang listrik di Banyuwangi dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia, Selasa (13/8/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Tukang listrik berinisial SLH warga Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi tewas tersetrum saat memperbaiki jaringan listrik di tiang beton PLN depan SMAN 1 Gambiran, Selasa, (13/8/2024) pukul 08.20 WIB.

Tak pelak, tubuh pria 47 tahun yang sempat pingsan dan tersangkut di tiang beton tersebut menjadi tontonan murid-murid yang berada di lingkungan sekolah, serta warga sekitar, sebelum akhirnya dievakuasi.

Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat mengatakan, SLH diketahui merupakan tukang listrik langganan SMAN 1 Gambiran. Kronologi kejadian itu bermula saat korban diminta memperbaiki instalasi listrik di area kantin.

“Korban diminta memperbaiki instalasi listrik di kantin sekolah yang belakangan mati,” kata Badrodin Selasa, (13/8/2024).

Sehari sebelum peristiwa nahas tersebut, Lanjut Kapolsek, korban telah melakukan pengecekan instalasi di area kantin. Setelah itu korban menilai permasalahan instalasi listrik di sekolah tersebut berasal dari tiang beton PLN depan sekolah.

Namun, usai mengetahui akar persoalan, bukannya melapor dan meminta bantuan ke PLN, korban justru meminta tukang kebun sekolah untuk membawakan tangga.

“Setelah itu korban menaiki tiang beton PLN dengan menggunakan tangga tersebut untuk membetulkan listrik yang ada di atas. Sementara tukang kebun mengawasi dari bawah,” ujar Badrodin.

Saat di atas, korban langsung kejang-kejang dan sempat meminta tolong kepada tukang kebun yang ada di bawah.

Sempat mencoba naik ke atas tiang beton listrik PLN untuk membantu korban namun tak berhasil. Tukang kebun spontan berlari menuju ke Gardu Induk dengan maksud mematikan aliran listrik dan selanjutnya meminta bantuan ke warga serta menghubungi pihak kepolisian.

“Saat personel tiba di lokasi, posisi korban masih tersangkut di tiang beton. Dibantu petugas PLN dan tenaga kesehatan jasad korban kemudian dievakuasi turun,” terang Badrodin.

Saat dievakuasi, kondisi SLH masih bernyawa dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Ar-Rohmah. Namun saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan temuan dan pemeriksaan Petugas PLN Gambiran, SLH diduga mencoba memperbaiki kabel yang ada pada tiang beton PLN yang bertegangan 230 V.

“Korban mencoba membetulkan arus listrik yang mengarah ke kantin sekolah, namun kemudian justru tersengat oleh aliran arus listrik,” tambah Badrodin.

Sementara itu, keluarga korban menolak autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page