
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Kejadian kekerasan menimpa driver ojek online di Yogyakarta dengan platfrom Shopeefood, Rabu (3/07/2025) malam.
Kronologi insiden tersebut diungkapkan korban melalui unggahan akun TikTok @sweetypie, ia menjelaskan bahwasannya awalnya ia dan pacarnya ke kampus mengurus keuangan dan keperluan lainnya.
Daripada bolak-balik iapun memutuskan ikut pacarnya bekerja sebagai driver shopeefood dengan kondisi sudah malam dan ia khawatir dengan pacarnya.
Setelah menerima beberapa orderan ia dan pacarnya memutuskan makan dan membeli pakan kucing di daerah Godean lalu memutuskan menerima orderan lagi sembari menuju arah pulang di Ketingan.
Saat mereka membeli pakan kucing mereka mendapatkan double order yang diterima otomatis dari pihak Shopee.
Mereka mendapat orderan ke Fore Coffee dan Spesial Sambal, karena takut menunggu lama, driver pun mencoba bertanya apakah buru-buru dan menjelaskan kalau ia mendapatkan double order.
“Tetapi costumer langsung menelfon driver dan mengatakan tidak mau tau harus on time,” bebernya.
Akhirnya mereka buru-buru untuk pick up orderan tersebut. Sesampainya di Fore Coffee ternyata pesanan mereka masih di proses dan mereka harus menunggu. Setelah selesai di Fore Coffee mereka pun ke tempat yang ke dua yaitu Spesial Sambal.
Sesaat mereka di Spesial Sambal pesanan masih on proses juga dan mereka pun harus menunggu lumayan lama. Mereka menjelaskan ke pihak resto jika customer sudah marah-marah dan mereka pun menjelaskan kepada customer kalau buru-buru bisa pesan yang prioritas dan saat itu customer tidak membalas lagi.
Setelah selesai di Spesial Sambal akhirnya mereka pun mengirim orderan, orderan pertama berjalan dengan lancar, tetapi saat mengantar orderan kedua mereka mengalami kemacetan akibat adanya Kirab, alhasil mereka mencari jalan pintas.
Mereka mencoba konfirmasi ke customer jika mereka terkena macet dijalan dan mereka mencoba mencari jalan pintas, tetapi customer menjawab “biar bintang yang bicara.”
Merasa takut terjadi hal yang tidak menyenangkan karena mereka sadar jika mereka telat kurang lebih 5 menit dari estimasi shopee, akhirnya ia pun memutuskan untuk merekam kejadian sesaat tiba di lokasi.
Yang awalnya driver berencana setelah memberikan pesanan ia langsung langsung pergi. Tetapi customer tiba-tiba menantang dengan mengatakan “mau dikasih bintang berapa mas?” ucap pelaku dengan nada ketus.
Driver Shopeefood itu pun menjawab jika lebih baik customer memberinya bintang 5 karena berpengaruh pada performa kerjanya sambil menjelaskan persoalan double order.
Namun pelaku tidak terima hingga terjadi adu mulut dan pelaku mengucap “Aku pelayaran loh mbak,” dan ia pun membalas “La terus ngopo mas nek pelayaran?”
“Di saat situasi mulai memanas tiba-tiba ada seorang lelaki dari pihak pelaku (customer) tersulut dan akhirnya mengangkat kerah baju saya dan menyeret saya dan membuat muka dan tangan saya lecet akibat kuku,” jelasnya.
Bukan hanya diseret saja ia juga dijambak oleh bapak-bapak yang tidak diketahui siapa. Ia dijambak dan ditarik sampai kacamata yang dipakainya terlepas.
Di saat ia merekam kejadian tiba-tiba memori ponselnya penuh dan ia hendak melakukan live Instagram, namun ia dan sang pacar berhasil kabur dari pengroyokan tersebut.
Ia berharap masalah ini bisa diproses seadil-adilnya oleh pihak yang berwenang karena dari kejadian ini ia bukan hanya terluka secara fisik akan tetapi juga secara psikis. (Astrid)
