Kronologi Kericuhan Banser vs Jemaah Ustaz Riza Basalamah di Surabaya

Avatar of Jurnalis: Muzakki
Kericuhan yang terjadi antara Banser dan jemaah ustaz Riza Basalamah di Surabaya, Kamis (22/2/2024) malam. (Tangkapan layar X @zerofailed)
Kericuhan yang terjadi antara Banser dan jemaah ustaz Riza Basalamah di Surabaya, Kamis (22/2/2024) malam. (Tangkapan layar X @zerofailed)

Surabaya, kabarterdepan.com – Kericuhan pecah saat sejumlah anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menolak kedatangan ustaz Riza Syafiq Basalamah di Masjid Assalam, Perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (22/2/2024) malam.

Kedatangan GP Ansor dan Banser di lokasi sempat mendapatkan perlawanan dari Jemaah. Akibatnya kericuhan tak terelakkan. Dilaporkan sebanyak 5 orang terluka dalam insiden itu.

Kronologi kejadian itu diungkap Ketua PAC GP Ansor Gunung Anyar Surabaya M Asyiqun Nahdli. Menurutnya, sebelumnya sudah terjadi kesepakatan antara panitia dan GP Ansor bahwa panitia pengajian tidak akan mendatangkan ustaz Riza Basalamah. Kesepakatan dan disaksikan sejumlah pihak.

“Ini bukan pembubaran pengajian, tapi dari awal kami sudah penolakan, sudah kesepakatan tanda tangan semuanya. Sudah dimediasi polsek, juga camat. Tapi pihak mereka melanggar kesepakatan. Jadi, sekali lagi ini bukan pembubaran pengajian, nggih,” ujar Nahdli, Kamis (22/2/2024) malam.

Dijelaskan Nahdli, kesepakatan dilanggar oleh panitia. Panitia pengajian tetap ngotot menggelar kegiatan setelah Isya. Sehingga anggota Banser mendatangi lokasi acara untuk membubarkan.

Kedatangan anggota Ansor dan Banser itu lalu disambut dengan perlawanan dari jemaah Ustaz Syafiq Riza Basalamah yang telah memenuhi area masjid untuk mengikuti pengajian.

Menurut Nahdli, ada 3 anggotanya yang dikeroyok. Beruntung pericuhan itu dapat dikendalikan oleh petugas kepolisian. Usai peristiwa itu, 5 anggota Banser yang menjadi korban pengeroyokan langsung melapor ke polisi.

“Saat ini kami sedang membuat laporan di Polrestabes Surabaya,” katanya.

Dikatakannya lebih lanjut, PAC GP Ansor dan Banser Gunung Anyar menolak kedatangan Ustaz Riza Basalamah yang diduga terindikasi berasal dari kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah dibubarkan pemerintah.

Menurutnya model cerama ustaz Reza Basalamah cenderung menghakimi kelompok masyarakat lainnya.dirinya khawatir jika pengajian ustaz Reza Basalamah tetap digelar maka muncuk konflik dan riak-riak di masyarakat.

“Maka dari itu kami perlu melakukan penolakan secara dini karena dapat mengganggu keharmonisan di wilayah gunung anyar. Ceramahnya bertentangan dengan Aswaja yang dianut masyarakat di Kecamatan Gunung Anyar,” ujarnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page