IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Kritik Pemerintah, Inilah Poin Pernyataan Aksi ‘Unair Memanggil’

Avatar of Jurnalis : Muzakki - Editor : Ano
Aksi Unair Memanggil (x @M45broo)
Aksi Unair Memanggil (x @M45broo)

Surabaya, kabarterdepan.com – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengeluarkan pernyataan sikap jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sejumlah guru besar Unair dan mahasiswa berkumpul di depan kampus Pascasarjana Unair dan membacakan pernyataan sikap atas kondisi demokrasi di Indonesia, Senin (5/1/2024).

Responsive Images

Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unair Prof Hotman Siahaan mengatakan, pihaknya mengecam segala bentuk pelemahan demokrasi.

“(Pertama) Mengecam segala bentuk praktik pelemahan demokrasi. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan harus merawat prinsip etika republik dengan tidak menyalahgunakan kekuasaan,” katanya di depan mahasiswa, Senin (5/2/2024).

Selanjutnya, civitas akademika Unair juga mengecam penggunaan fasilitas dan alat negara untuk kepentingan kelompok tertentu.

“(Lalu) menggunakan fasilitas dan alat negara untuk kepentingan kelompok tertentu, maupun berpihak dalam politik elektoral dan menghentikan segala praktik pelanggengan politik kekeluargaan,” tambahnya.

Poin lainnya adalah mendesak presiden Jokowi sebagai pimpinan tertinggi negara dan aparatur negara lainya untuk menghormati kemerdekaan hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya bagi tiap warga.

“(Menghormati) kebebasan berbicara, berekspresi, dan pengelolaan sumber daya alam. Karena negara Indonesia milik segenap rakyat Indonesia, bukan segelintir elite penguasa,” jelasnya.

Selanjutnya, imbuh Hotman, pemerintah diminta untuk tidak intervensi terhadap penyelenggaraan Pemilu dengan berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia (luber), jujur dan adil (jurdil), serta tanpa adanya praktik politik uang.

“Mendesak penyelenggaraan Pemilu tanpa intervensi penguasa, tanpa kecurangan, tanpa kekerasan, dan mengutuk segala praktik jual beli suara yang dilakukan oleh peserta Pemilu,” ucapnya.

Hotman juga mengecam segala bentuk intervensi dan intimidasi terhadap kebebasan mimbar akademik.

“Perguruan tinggi harus senantiasa menjaga marwah, rasionalitas, dan kritisisme demi tegaknya republik,” ujarnya.

Sedikitnya ada tujuh guru besar Unair yang juga mengikuti aksi tersebut yaitu Prof Ramlan Surbakti, Prof Hotman Siahaan, Prof Henri Subiakto, Prof Abdul Hafid, Prof Annis Catur Adi, Prof Basuki Rekso Wibowo, dan Prof Thomas Santoso. Pada aksi tersebut, dibacakan pernyataan sikap bertema ‘Menegakkan Demokrasi, Menjaga Republik’ oleh Prof Hotman Siahaan.

Hotman berharap Presiden Jokowi di akhir jabatannya bisa mengambil sikap yang tidak menodai etika demokrasi serta tidak menyalahgunakan kekuasaan, serta menghentikan upaya melanggengkan politik kekeluargaan.

“Ini seruan yang kami lakukan hari ini. Kampus ini hanya memberikan seruan moral, kami tidak melakukan tindakan-tindakan politik praktis. Seruan Moral ini sebagai bingkai dari seluruh moralitas bangsa ini dalam kerangka negara demokrasi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan komentar