IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

KPU Sragen Pastikan Pendistribusian Logistik Pemilu 2024 ke PPK Sesuai Jadwal

Avatar of Redaksi
Proses pendistribusian logistik pemilu 2024 oleh petugas KPU Sragen, Jumat (9/2/2024). (Masrikin/kabarterdepan.com)
Proses pendistribusian logistik pemilu 2024 oleh petugas KPU Sragen, Jumat (9/2/2024). (Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Jadwal pendistribusikan logistik Pemilu 2024 oleh KPU Sragen ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilakukan selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (9-11/2/2024)

Perihal tersebut disampaikan Ketua KPU Sragen Prihantono P.N, Jumat (9/2/24). Menurutnya pendistribusian logistik dimulai Jumat (9/2/2024) pukul 09.00 WIB berdasarkan jadwal yang sudah disusun.

Responsive Images

Perihal kesiapan logistik telah selesai pengepakan hingga peyegelan kotak suara sudah dilakukan di Gudang IPHI Krapayak Sragen, Gudang Bulog Masaran, Gudang Suyanto, dan Gudang Jashinta kamis (8/2/24) lalu.

“Distribusi logistik hari pertama dilakukan ke tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Ngrampal, Jenar, Mondokan, Sukodono, Gemolong, Gesi, dan Tangen,” tuturnya

Sebelumnya, KPU Sragen juga sudah mengantisipasi persiapan dalam proses pemungutan suara yang jatuh pada Rabu 14 Febuari pekan depan.

Dijelaskan Prihantono kesiapan menghadapi Pemilu yang sudah dilakukan diantaranya penyediaan fasilitas bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 3.406 tempat pemunguatan suara (TPS) yang tersebar di 20 Kecamatan, 208 desa/kelurahan.

Sementara untuk PPS dan PPK sudah mengikuti bimbingan teknis terkait dengan operasional aplikasi Si-Rekap. KPPS juga diberikan pembekalan termasuk fasilitas penunjang terkait Si-Rekap.

“Dalam pengoperasian Si-Rekap itu ada pembelian pulsa Rp100.000 untuk dua orang KPPS per TPS,” jelasnya.

Kemudian untuk honor juga sudah ditetapkan bagi ketua KPPS Rp1,2 juta, anggota KPPS Rp1,1 juta per orang, dan anggota linmas Rp700.000 per orang. Di setiap TPS ada 7 orang KPPS serta dua personel linmas.

Selanjutnya untuk sewa kursi, kajang, termasuk listrik bagi warga yang [rumahnya] digunakan TPS, KPU memberikan operasional Rp2 juta per TPS.

Prihantono menambahkan untuk memastikan tidak ada gangguan listrik, pihak KPU juga sudah bekerja sama dengan PLN. Sedangkan untuk antisipasi kesehatan petugas KPPS, pihaknya juga menyediakan fasilitas multivitamin.

Dia tidak ingin kasus di Pemilu 2019 terulang dengan jumlah kasus kematian petugas KPPS yang cukup tinggi. Dia mengatakan antisipasinya dengan pembatasan usia KPPS maksimal 55 tahun. (kin)

Tinggalkan komentar