Kota Swike Dikepung Banjir, BPBD Grobogan Ungkap Penyebabnya

Avatar of Redaksi
IMG 20250309 WA0060
TENGGELAM: Unit Eksavator hampir tenggelam saat perbaikan tanggul jebol Sungai Tuntang jadi tontonan warga desa Baturangung Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.(Dok.Bpbd Grobogan untuk kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Cuaca ektrem dan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Kabupaten Grobogan kembali lagi dikepung banjir pada Minggu (9/3/2025).

Akibat banjir ini, setidaknya 22 desa di enam kecamatan, 11 desa yang terendam banjir yakni di Kecamatan Gubug, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, dan Kecamatan Tegowanu. Sedangkan 11 desa terdampak banjir lainnya berada di Kecamatan Kedungjati

“Sementara Kecamatan Kedungjati menjadi wilayah dengan dampak terparah yakni 11 desa,” Hal itu
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto kepada media Minggu (8/3/2025).

Wahyu mengatakan, berdasarkan laporan sementara, banjir diwilayah Kecamatan Gubug dan Kedungjati akibat dari curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan tanggul Sungai Tuntang jebol dan meluap.

“Jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, karena tidak mampu menahan volume air yang datang dari hulu Pegunungan Kendeng Selatan daerah Salatiga,” katanya.

Dikatakan, tentang perbaikan tanggul jebol Sungai Tuntang akan segera dilakukan perbaikan oleh BBWS Pemali Juana

“Yang punya kewenangan BBWS, untuk pelaksanaan menunggu air surut dan kering,” ucapnya.

Sementara, sambung Wahyu, intensitas hujan yang tinggi juga menyebabkan banjir diwilayah perkotaan Purwodadi, hal itu dipicu kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Glugu, dan Sungai Tuntang

“Tanggul Sungai Lusi dan Glugu, juga meluap ke pemukiman penduduk di perkotaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, dari hasil data yang diterima BPBD, lebih dari 100 rumah tergenang dengan ketinggian air 10-40 cm di Kelurahan Purwodadi.

Di Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi, beberapa perumahan seperti Permata Hijau, Cebok, Mekarsari, Ganesa, dan Palembahan juga tergenang.

“Di Desa Karanganyar, Perumahan Griya Catra Dewata turut terdampak banjir dengan ketinggian air 20-30 cm,” jelasnya.

Wahyu menegaskan jika BPBD Grobogan sudah melakukan asesmen kepada warga terdampak banjir, dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti BNPB, BPBD Provinsi, BBWS Pemali Juana, DPUPR, DKPD hingga Dinas Sosial, dan Kepala desa.

“Untuk melakukan evakuasi terhadap warga dan memberikan logistik kepada masyarakat terdampak,” pungkasnya. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page