Kota Mojokerto Memperkuat Ketahanan Pangan Halal dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia

Avatar of Redaksi
IMG 20241017 WA0020 scaled
Kota Mojokerto Memperkuat Ketahanan Pangan Halal dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia. (Kominfo Kota Mojokerto) (Firda – Kabarterdepan.com)

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2024, Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Fokus utama program ini adalah menyediakan makanan yang halal dan bergizi bagi seluruh masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di rumah rakyat pemkot Kota Mojokerto, Selasa (15/10/2024).

Langkah ini sejalan dengan visi Kota Mojokerto untuk menjadi kota yang ramah terhadap produk halal, di mana pangan lokal tidak hanya aman, tetapi juga memenuhi standar halal yang diakui secara nasional.

Hari Pangan Sedunia, yang diperingati setiap 16 Oktober, menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk menegaskan kembali betapa vitalnya peran pangan lokal dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Pelaksana Jabatan Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, menekankan pentingnya UMKM dalam perekonomian daerah. Sektor perdagangan menyumbang lebih dari 30% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto, menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk pangan yang halal dan berkualitas.

“Kami menyadari bahwa permintaan masyarakat akan produk halal semakin meningkat. Oleh karena itu, Pemkot Mojokerto bersama pelaku usaha lokal berkomitmen untuk menyediakan pangan yang aman dan memastikan kehalalan produk demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Moh Ali Kuncoro.

Fokus Pengembangan Produk Halal

Pemerintah Kota Mojokerto telah meluncurkan berbagai program unggulan untuk mendukung pengembangan produk halal di sektor pangan. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Potong Hewan (RPII) dan Rumah Potong Unggas (RPU) halal yang berlokasi di Pasar Hewan Sekar Putih. Juru sembelih di tempat tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi halal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses penyembelihan hewan sesuai dengan standar kehalalan, sehingga masyarakat merasa aman saat mengonsumsi daging.

“Kami juga telah meluncurkan kawasan kuliner halal Skywalk Majapahit, yang menjadi pusat kuliner dengan berbagai pilihan makanan halal dan aman untuk semua kalangan,” tambahnya.

UMKM sebagai Fondasi Ketahanan Pangan

Dalam usaha mencapai ketahanan pangan, UMKM lokal berperan sebagai pilar utama dalam penyediaan produk pangan halal. Pemerintah Kota Mojokerto secara rutin memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM di sektor pangan, mencakup aspek produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perizinan, termasuk sertifikasi halal. Dengan dukungan ini, produk dari UMKM diharapkan menjadi lebih kompetitif di pasar.

“Diskopukmperindag telah melakukan pelatihan secara masif. Selain itu, warga Kota Mojokerto bisa memanfaatkan klinik perisai untuk mengurus perizinan seperti NIB, P-IRT, Sertifikat halal, dan e-katalog,” jelasnya.

Pangan Lokal dan Inovasi Berkelanjutan

Selain memastikan kehalalan produk, Pemkot Mojokerto berkomitmen pada keberlanjutan dengan mendorong pelaku usaha untuk menggunakan bahan baku lokal dan ramah lingkungan. Ini sejalan dengan tujuan Hari Pangan Sedunia untuk mencapai Zero Hunger dan menciptakan sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

  1. Beberapa UMKM di Mojokerto telah berhasil mengembangkan produk olahan berbasis bahan lokal, seperti olahan ikan, produk turunan tempe dan tahu, serta olahan buah-buahan dan kelor yang bersertifikat halal dan siap memasuki pasar nasional maupun internasional. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page