Kota Mojokerto Borong Penghargaan P4GN Tingkat Nasional dari BNN RI

Avatar of Redaksi
IMG 20250710 WA0008
Potret BNN Kota Mojokerto saat menerima penghargaan P4GN dari BNN RI. (BNN Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam upaya pemberantasan narkoba.

Dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Kota Mojokerto menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) atas kontribusi aktif dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi dan sinergi lintas sektor di Kota Mojokerto yang selama ini terus digencarkan untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, bergerak bersama secara masif dan berkelanjutan dalam mendukung program P4GN.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan dukungan penuh terhadap program ini dengan mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan P4GN secara mandiri di tingkat kelurahan dan instansi terkait.

Komitmen tersebut kini berbuah manis dengan dua penghargaan nasional yang diterima:

1. Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Kelurahan Gunung Gedangan dianugerahi sebagai Unit IBM Berkelanjutan Terbaik dari total 1.413 unit IBM di seluruh Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas konsistensi dalam pelayanan, keterlibatan aktif masyarakat, dukungan anggaran dari pemerintah kota, serta keberhasilan inovasi, pencatatan, dan pelaporan kegiatan rehabilitasi.

2. SMPN 4 Kota Mojokerto menerima penghargaan di bidang Pemberdayaan Masyarakat, atas keberhasilannya dalam membangun sinergi program P4GN secara aktif di empat lingkungan utama: pemerintahan, swasta, pendidikan, dan masyarakat.

Sekolah ini dinilai mampu menanamkan kesadaran bahaya narkoba secara luas dan berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Kepala BNN Kota Mojokerto, Agus Sutanto, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif masyarakat dan komitmen pemerintah daerah, khususnya dalam pemberdayaan agen pemulihan di tingkat kelurahan.

“Agen pemulihan di Gunung Gedangan mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam P4GN. Dukungan anggaran dari kelurahan pun memudahkan masyarakat mengakses informasi serta layanan rehabilitasi,” jelas Agus.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa strategi pemberantasan narkoba tidak hanya terfokus pada satu sektor, tetapi menyentuh empat pilar utama kehidupan masyarakat.

“Kami meliputi empat wilayah, yaitu di pemerintah sendiri, swasta, masyarakat, dan lingkungan pendidikan. Bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya mereka tahu dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Agus juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan. Ia mendorong para orang tua untuk lebih aktif dalam menjalin komunikasi dengan anak-anak mereka.

“Kita saat ini juga melakukan ketahanan keluarga. Bagaimana kita mengimbau dari keluarga, bagaimana kita menjadikan keluarga tanpa pengaruh narkoba. Antara orang tua dan anak harus ada komunikasi yang efektif,” katanya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar sekolah.

“Jangan pernah ada orang tua tidak tahu anaknya aktivitasnya apa setelah sekolah. Orang tua harus tahu siapa teman anaknya, kegiatan apa-apa yang dilakukan oleh anaknya di luar jam sekolah. Itu untuk sistem membentengi keluarga supaya terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Peringatan HANI 2025 mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dengan penghargaan ini, Kota Mojokerto diharapkan terus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun komitmen kolektif memerangi narkoba demi masa depan generasi bangsa. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page