KOPRI Mojokerto Audiensi dengan Dinas Pendidikan untuk Cegah Kekerasan pada Anak

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 01 10 at 15.48.30 6d569f03
Audiensi KOPRI PC Mojokerto dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto (Tantri / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi anak, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Cabang Mojokerto mengadakan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Jum’at (10/1/2025) membahas upaya bersama dalam mencegah kekerasan terhadap anak dan mendorong anak-anak agar berani melapor jika mengalami kekerasan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KOPRI Cabang Mojokerto Hajar mengungkapkan kekhawatiran terhadap jumlah kekerasan pada anak terutama di lingkungan sekolah walupun berdasarkan data tahun 2024-2025 ini Kota Mojokerto mengalami penurunan, namun belum secara penuh dapat menjawab apakah semua korban sudah melapor jika terjadi tindakan kekerasan. Salah satu fokus utama dalam audiensi ini adalah pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak, di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang tanpa adanya ancaman kekerasan.

“Kekerasan terhadap anak, baik secara fisik maupun psikologis, bisa meninggalkan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan mereka. Maka dari itu pentingnya serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan ini,” ujar Hajar.

Selain itu, KOPRI juga menekankan pentingnya edukasi kepada anak-anak mengenai hak-hak mereka dan bagaimana cara melapor jika mereka menjadi korban kekerasan. Contohnya adanya program khusus yang mengajarkan anak-anak untuk berani berbicara dan melapor kepada pihak yang berwenang jika menghadapi perundungan atau kekerasan.

“Ini adalah langkah awal yang baik. Semoga bisa segera ada implementasi seperti sosialisasi atau program-program yang tidak hanya fokus pada pencegahan kekerasan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk merasa aman dan didengar,” tambahnya.

Dengan adanya audiensi ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih kuat antara organisasi mahasiswa, dinas terkait, dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak serta mengurangi kekerasan yang masih terjadi di berbagai sector. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page