Kontroversi Keputusan Wasit PON XXI yang Dipukul Pemain Sulteng hingga Terkapar

Avatar of Redaksi
IMG 20240915 121956
Pertandingan sepak bola PON XXI Aceh vs Sulteng. (Tangkapan layar X @faktasepakbola)

Aceh, kabarterdepan.com – Kontroversi wasit PON XXI Aceh-Sumut menjadi sorotan publik setelah ia dipukul pemain Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga terkapar.

Wasit yang memimpin laga PON XXI antara tuan rumah Aceh vs Sulteng) itu bernama Eko Agus Sugiharto.

Aksinoemukulan wasit oleh pemain itu terjadi dalam laga perempat final sepak bola putra yang mempertemukan Aceh vs Sulteng di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9/2024) malam.

Wasit Eko memimpin laga dengan konroversial hingga akhir dipukul pemain tim sepakbola Sulteng, Muhammad Rizki. Tim sepakbola Sulteng pun akhirnya memutuskan mengundurkan diri alias WO sehingga membuat Aceh lolos ke babak semifinal.

Lalu apa saja keputusan kontroversial dari Eko Agus Sugiharto?

Dilansir dari unggahan akun X @FaktaSepakbola, ada sejumlah keputusan wasit yang kontroversi. Diantaranya pemberian 2 kartu merah kepada pemain Sulteng dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“(Menit) 75′ wasit memberikan kartu merah untuk pemain Sulteng, (menit) 84′ wasit memberikan kartu merah untuk pemain Sulteng,” tulisnya yang dilihat, Minggu (15/9/2024).

Selain itu di menit 90+6 pemain Aceh terjatuh di kotak penalti, wasit langsung menunjuk titik putih penalti.

Setelah itu terjadilah pemukulan oleh pemain Sulteng terhadap wasit.

“(Menit) 90+6′ pemain Sulteng yang kesal dengan keputusan wasit, memberikan pukulan ke wajah wasit hingga terjatuh,” tulisnya.

“Laga dihentikan, ambulan dan medis datang untuk memberi perawatan ke wasit. Setelah beberapa menit wasit bisa bangkit, tidak jadi menggunakan ambulan. Namun wasit itu tak bisa melanjutkan laga,” imbuhnya.

Kemudian laga dilanjutkan dengan wasit pengganti. Namun pemain Sulteng yang memukul wasit kena kartu merah.

Sulteng lanjut main dengan 8 pemain. Laga lanjut dimulai dengan Aceh menendang penalti. Ternyata penalti Aceh berhasil ditepis oleh kiper Sulteng.

“Beberapa menit kemudian, terjadi handball di kotak penalti Sulteng. Aceh menendang penalti, dan kali ini berhasil gol. Skor babak kedua berakhir imbang 1-1. Dan rencana nya dilanjut ke babak tambahan 2×15 menit, ” jelasnya.

Sebelumnya juga ada fakta bahwa wasit tidak memberikan hadiah penalti untuk Sulteng ketika pemainnya dilanggar di kotak penalti.

“Menit 45+6′, pemain Aceh menendang kepala pemain Sulteng di kotak penalti Aceh, tapi si wasit tak berikan pelanggaran/penalti, ” tulis @faktaSepakbola.

Namun kabarnya tim Sulteng mengundurkan diri, sehingga laga tidak berlanjut. Wasit kemudian memutuskan Aceh menang WO atas Sulteng.

Keputusan kontroversi yang dilakukan wasit PON tersebut juga membuat warganet kesal.

“Inilah alasan saya gak mau nonton pertandingan sepakbola PON, selain ribut kayaknya ada settingan juga nanti siapa juara di sepak bolanya,” tulis akun @yesmar_b***).

“Yang salah di liga kita bukan pemainnya tapi wasitnya. Dari dulu kalau yang main pemain bintang tapi wasitnya cenderung memihak ke lawan ya hancur sudah,” tulis akun @TpirM**”). (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page