
Sidoarjo, KabarTerdepan.com – Proyek pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk di Kecamatan Candi kembali menjadi sorotan.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Sabtu (28/2/2026), Bupati Sidoarjo Subandi menemukan sejumlah catatan serius terkait kualitas dan progres pengerjaan di lapangan.
Bupati Sidoarjo Evaluasi Proyek Rumah Pompa
Orang nomor satu di Kabupaten Sidoarjo itu menilai pelaksanaan proyek belum menunjukkan hasil maksimal, meskipun secara fisik beberapa bagian Rumah Pompa sudah mulai tampak berdiri. Ia menyoroti adanya pekerjaan yang terkesan tergesa-gesa sehingga berdampak pada mutu akhir konstruksi.
“Kualitasnya belum sesuai harapan. Saya melihat ada bagian-bagian yang belum tuntas tapi seperti dipaksakan selesai,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi proyek.
Menurutnya, deviasi progres yang cukup tinggi mengakibatkan kontraktor harus menanggung denda keterlambatan. Kondisi ini, kata dia, seharusnya menjadi pelajaran penting agar manajemen proyek lebih terukur dan profesional.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan bukan hanya merugikan pemerintah daerah dari sisi waktu dan pelayanan publik, tetapi juga menggerus potensi keuntungan kontraktor sendiri karena tersedot untuk membayar penalti.
Subandi juga menginstruksikan jajaran teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengadaan proyek di tahun 2026. Ia menargetkan proses lelang dilakukan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau administrasi bisa rampung lebih cepat, maka pekerjaan fisik bisa dimulai sekitar April. Dengan begitu, waktu pengerjaan lebih longgar dan tidak terburu-buru di akhir tahun,” jelasnya.
Ia berharap ke depan proyek infrastruktur di Sidoarjo dikerjakan oleh mitra yang benar-benar profesional serta memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
“Saya ingin kontraktor yang berkualitas dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Tenaga kerja dari Sidoarjo juga harus dilibatkan lebih banyak,” tegasnya.
Selain mengevaluasi progres jembatan, Bupati juga merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan akses jalan akibat aktivitas proyek. Ia memerintahkan agar dilakukan pemetaan titik kerusakan dan perbaikan segera.
Dalam waktu satu minggu, jalan yang terdampak ditargetkan sudah dipadatkan kembali dan paving yang rusak dipasang ulang, termasuk pembenahan saluran drainase agar aktivitas warga tidak terganggu.
“Kita tidak ingin masyarakat dirugikan. Akses ekonomi, mobilitas harian, hingga pembuangan sampah harus tetap berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan kondisi jalan berada di pihak kontraktor pelaksana.
“Kontraktor wajib mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Paving yang rusak harus dipasang kembali dan drainase dibenahi. Kami akan awasi pelaksanaannya,” ujarnya.
Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk merupakan bagian dari skema besar pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Candi.
“Proyek ini terintegrasi dengan pembangunan dam serta rumah pompa yang berfungsi mengalihkan debit air ke Sungai Mbah Gepuk,” tambahnya.
Dengan sistem tersebut, beban aliran air di titik-titik rawan genangan diharapkan berkurang signifikan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Proyek ini diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang mampu bertahan dalam jangka panjang demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (Azies)
