
Sampang, kabarterdepan.com – Audiensi terkait rencana konser Valen Dangdut Akademi 7 di Kabupaten Sampang masih menjadi perhatian publik. Dari sejumlah pernyataan yang mengemuka dalam forum tersebut, sikap Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menjadi salah satu sorotan utama.
Mahfud menegaskan bahwa Sahabat Organizer selaku event organizer harus menghargai norma, adat istiadat, serta karakter religius masyarakat Sampang apabila konser tersebut tetap ingin digelar.
“Sebagai penyelenggara, tentu harus menghormati norma dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Sampang. Ini daerah yang religius, banyak santri, alim ulama, dan tokoh agama,” ujar Mahfud saat audiensi yang digelar di ruang utama DPRD Sampang, Selasa (3/2/2026).
DPRD Sampang Dorong Penyesuaian Konsep Konser Valen Sesuai Norma Lokal
Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak menolak secara mutlak pelaksanaan konser Valen. Ia justru menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut selama dilaksanakan dengan konsep yang tepat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai lokal.
“Kami juga mendukung adanya kegiatan konser ini. Dengan adanya event seperti ini, Sampang bisa memiliki kegiatan yang cukup bergengsi dan dikenal lebih luas,” ungkapnya.
Menurut Mahfud, kehadiran event berskala besar seperti konser Valen dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi hiburan, ekonomi kreatif, hingga citra daerah, asalkan diselenggarakan secara tertib dan beretika.
Mahfud berharap, polemik yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan saling menegasikan kepentingan satu sama lain.
Sementara itu, pihak penyelenggara melalui Zakaria selaku perwakilan Sahabat Organizer menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan dalam audiensi. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai kabarterdepan.com, Rabu (4/2/2026).
“Kami menghormati semua masukan dari DPRD dan Aliansi Alim Ulama. Saat ini kami sedang menyiapkan konsep baru sesuai dengan arahan yang disampaikan dalam audiensi kemarin,” ujar Zakaria.
Zakaria menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan penyesuaian agar konser tetap dapat berjalan tanpa melanggar norma yang berlaku di Kabupaten Sampang.
“Prinsipnya kami ingin acara ini tetap berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Sampang. Konsep akan kami perbaiki dan nanti kami ajukan kembali untuk dikaji,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, DPRD Sampang sebelumnya telah menyimpulkan bahwa Sahabat Organizer wajib melakukan perubahan konsep acara, termasuk penyediaan fasilitas ibadah dan penyesuaian bentuk hiburan. Konsep baru tersebut nantinya akan kembali dibahas dalam audiensi lanjutan bersama Aliansi Alim Ulama Sampang.
Hingga kini, masyarakat masih menanti kepastian akhir apakah konser Valen Dangdut Akademi 7 akan tetap digelar atau dibatalkan, sembari menunggu hasil evaluasi konsep baru yang diajukan oleh Sahabat Organizer. (Fais)
