
Internasional, Kabarterdepan.com – Setelah kabar duka wafatnya Paus Fransiskus beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan bukan hanya oleh prosesi pemilihan pemimpin baru Gereja Katolik, tetapi juga oleh fenomena yang mencengangkan yaitu pemilihan Paus dijadikan objek taruhan di situs-situs judi online.
Maraknya judi daring atau judol di era digital kini merambah hingga urusan konklaf Vatikan. Salah satu situs taruhan terbesar di dunia yang berbasis kripto seperti Polymarket langsung merespons kabar wafatnya Paus dengan membuka pasar taruhan untuk memilih siapa kandidat pengganti yang paling mungkin naik tahta suci.
Total uang yang telah dipertaruhkan di platform ini mencapai lebih dari 11 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 178 miliar.
Dalam daftar taruhan kandidat paus yang beredar di Polymarket, nama Pietro Parolin asal Italia berada di urutan teratas, disusul oleh Luis Antonio Tagle dari Filipina.

Tak hanya di platform Polymarket, situs judi di Inggris juga mencatat fenomena serupa. Dilaporkan bahwa lebih dari 30.000 pound sterling (sekitar Rp 600 juta) telah dipertaruhkan oleh warga Inggris hanya untuk menebak siapa paus selanjutnya.
Meski tidak ada larangan hukum yang secara eksplisit mengatur larangan taruhan atas pemilihan paus, banyak pihak menyebut praktik ini tidak etis.
Konklaf sebagai momen sakral dalam tradisi Katolik tersebut diketahui akan dilakukan pada 7 Mei 2025 besok. (Riris*)
