
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Komite sekolah SMPN 7 Kota Mojokerto mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam perencanaan kegiatan Outing Class ke Yogyakarta yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Mojokerto bidang pendidikan, yang berlangsung di ruang rapat sekretariat DPRD Kota Mojokerto, Jumat (31/1/2025).
Ketua Komite Sekolah, Setyo, mengaku bahwa pihaknya hanya mendapatkan pemberitahuan tanpa adanya keterlibatan dalam perencanaan kegiatan tersebut.
“Komite itu ada pemberitahuan dari pihak sekolah, bahwa ada Outing Class yang akan dilaksanakan di dua tempat setelah ada voting di masing-masing kelas waktu pengambilan rapor semester ganjil. Dan pada waktu itu kita dari komite juga belum pernah diajak rapat. Komite baru belum pernah diajak rapat terkait kegiatan Outing Class, kita belum tahu apa-apa, ternyata ada kegiatan itu,” ungkap Setyo.
Selain itu, Setyo juga menyampaikan adanya keluhan dari sejumlah wali murid terkait biaya yang dinilai terlalu tinggi dan waktu pelaksanaan yang dianggap kurang tepat.
“Saya selaku komite banyak komplain dari wali murid terkait satu, terkait biaya mungkin terlalu mahal. Dua, untuk waktu itu ada yang keberatan karena musim hujan, kalau bisa digeser setelah lebaran. Itu saya sampaikan ke Kepsek, mendapat jawaban bahwa Outing Class itu wajib dan sudah ada Outing Class dari wali murid akan dilaksanakan bulan Januari dan tidak bisa digeser,” tambahnya.
Terkait biaya, Setyo menyebut bahwa pihak sekolah memberikan kebijakan angsuran serta potongan harga bagi beberapa siswa.
“Terkait pembiayaan, memang ada angsuran atau keringanan dari Kepala Sekolah untuk bisa diangsur. Salah satunya, juga ada potongan terkait biaya itu. Itu juga saya sampaikan ke wali murid, dan mungkin kemarin itu ada sekitar 36 siswa yang dapat potongan terkait biaya,” jelasnya.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa dalam aspek teknis keberangkatan dan perencanaan lainnya, komite tidak pernah diajak berdiskusi atau dilibatkan secara langsung.
“Untuk teknis keberangkatan, terus lain-lainnya, komite tidak dilibatkan secara langsung. Hanya pemberitahuan awal akan ada kegiatan Outing Class dan divoting tempat pilihannya di Yogyakarta,” pungkasnya.
Diketahui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto dan perwakilan dari SMPN 7 Kota Mojokerto juga turut hadir. (Riris*)
