Komisi X DPR RI, Nilai Semangat Belajar Siswa Tetap Menyala Pascabanjir

Avatar of Redaksi
Komisi X DPR RI
Kunjungan Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati. (Instagram/@jamalidham)

Aceh Utara, Kabarterdepan.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kunjungan tersebut MY Esti didampingi Anggota DPR RI Fraksi PDIP Jamaludin Idham, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Aceh Utara, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Senin (19/1/2026).

Sekolah yang dikunjungi meliputi SMKN 1 Baktiya Barat, SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye, SMAN 1 Langkahan, SD Negeri 7 Langkahan, dan SD Negeri 2 Langkahan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir bandang sekaligus menyapa para siswa yang masih mengikuti proses belajar mengajar di bawah tenda darurat.

MY Esti Wijayati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana.

Ia meminta pihak sekolah segera melakukan pendataan kebutuhan siswa harus dilakukan dengan cepat dan akurat.

Ia juga meminta agar bantuan berupa seragam, tas, sepatu, hingga alat tulis segera disalurkan agar proses belajar tidak terhambat.

Di tengah keterbatasan sarana, semangat dan keceriaan para siswa justru menjadi harapan baru bagi kebangkitan pendidikan Aceh pascabencana.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi sekolah dan anak-anak kita pascabanjir,” ujarnya.

Namun demikian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut menilai semangat belajar para siswa yang tetap menyala menjadi hal luar biasa yang perlu dijaga.

Ia juga mengapresiasi semangat luar biasa para siswa dan tenaga pendidik yang tetap bertahan dan berjuang agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti

Menurutnya, Negara tidak boleh abai dengan kondisi pendidikan di daerah terdampak bencana.

Pendidikan harus tetap berjalan, dan anak-anak di daerah tersebut harus dipastikan mendapatkan haknya untuk belajar dengan layak.

Komisi X DPR RI Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascabanjir

MY Esti menegaskan pendidikan tidak boleh berhenti meski berada dalam situasi bencana.

la menegaskan, Komisi X DPR RI akan terus mendorong perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap sekolah-sekolah terdampak bencana, khususnya di Aceh, baik melalui perbaikan infrastruktur pendidikan, bantuan sarana belajar, maupun kebijakan afirmatif bagi siswa dan guru.

Ia menekankan bahwa setiap anak tetap harus mendapatkan hak belajar secara layak dan berkelanjutan.
“InsyaAllah besok kami kembali untuk menyerahkan bantuan agar mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat anak-anak Aceh menjadi harapan besar bagi bangkitnya pendidikan pascabanjir dan longsor, tidak hanya di Aceh tetapi juga di wilayah Sumatra secara umum.

“Semangat anak-anak Aceh hari ini adalah harapan besar bagi bangkitnya pendidikan pascabanjir dan longsor, bukan hanya di Aceh, tapi juga di Sumatera,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengapresiasi perhatian Komisi X DPR RI terhadap kondisi pendidikan di Aceh, khususnya di daerah yang terdampak bencana.

Menurutnya, kehadiran langsung para wakil rakyat memberikan dorongan moral dan semangat baru bagi guru maupun siswa.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Aceh Utara yang terdampak banjir telah kembali melaksanakan pembelajaran sejak 5 Januari 2026 sesuai kalender pendidikan, meskipun masih menggunakan fasilitas darurat.

“Keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas utama, dengan dukungan guru, orang tua, dan pemerintah, proses belajar mengajar tetap berjalan agar hak pendidikan anak-anak Aceh Utara tidak terhenti akibat bencana,” tegas Murthalamuddin.

Ia menegaskan keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi prioritas utama meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.

Dengan dukungan guru, orang tua, serta pemerintah daerah dan pusat, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan anak-anak Aceh Utara tidak terhenti akibat bencana.

Murthalamuddin berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir sehingga pemulihan pendidikan pascabencana dapat berlangsung optimal demi masa depan generasi muda Aceh.

“Dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan penting agar pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan optimal demi masa depan anak-anak Aceh,” tutupnya. (Aurelia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page