Cetak Talenta Digital Unggul, Komdigi Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

Avatar of Redaksi
Komdigi
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.(komdigi.go.id)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencetak talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Ia menegaskan bahwa pembangunan masa depan digital Indonesia tidak dapat dilakukan secara sektoral maupun berjalan sendiri-sendiri.

Melalui program unggulan Digital Talent Scholarship (DTS), Komdigi berkomitmen mendorong generasi muda Indonesia agar memiliki standar kompetensi internasional.

Langkah ini dinilai sebagai respons strategis terhadap dinamika perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Indonesia saat ini berada pada titik krusial dalam peta persaingan digital dunia, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 280 juta jiwa, Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi.

Meutya mencatat sekitar 60 persen dari total populasi tersebut merupakan generasi muda usia produktif.

Komdigi Dorong Talenta Muda Berdaya Saing Global lewat Digital Talent Scholarship

Potensi ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan, apabila tidak diiringi dengan peningkatan keterampilan yang cepat dan terarah, bonus demografi justru berpotensi menimbulkan tekanan sosial, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Tanpa keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, lonjakan jumlah penduduk usia produktif berisiko meningkatkan angka pengangguran.

Karena itu, percepatan peningkatan keterampilan digital menjadi prioritas utama pemerintah.

Menyadari besarnya skala tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital tidak bergerak sendiri.

Meutya menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan pendekatan inklusif dan kolaboratif dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Strategi kolaborasi ini mencakup tiga pilar utama, yakni pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pelatihan digital menjangkau seluruh wilayah, sektor swasta dan perusahaan multinasional guna menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri global, serta lembaga pendidikan untuk memperkuat literasi digital sejak dini dan menciptakan ekosistem pembelajaran berkelanjutan.

Salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi tersebut adalah program Digital Talent Scholarship.

Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknis di berbagai bidang strategis, mulai dari kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), keamanan siber (cybersecurity), hingga analisis data.

Tujuannya adalah menghasilkan talenta digital yang siap pakai dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan standar global yang diterapkan dalam setiap modul pelatihan, lulusan DTS diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar kerja domestik, tetapi juga di tingkat internasional.

Komdigi juga menyoroti pentingnya pencegahan risiko sosial akibat kesenjangan keterampilan di era transformasi digital.
Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi peningkatan kemampuan sumber daya manusia dapat memicu skill gap yang semakin lebar.

Pemerintah berupaya memastikan generasi muda memperoleh akses pendidikan dan pelatihan digital yang berkualitas agar mampu beradaptasi dengan ekonomi berbasis teknologi.

Kolaborasi dengan perusahaan multinasional dinilai menjadi kunci agar standar kemampuan talenta Indonesia diakui secara universal.

Masa depan digital Indonesia sangat bergantung pada kecepatan dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam melakukan peningkatan keterampilan.

Dengan fokus pada kolaborasi global dan pemberdayaan talenta lokal, tantangan demografi diharapkan dapat berubah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif. (Aurelia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page