Kolaborasi Strategis, Lapas Mojokerto Gandeng UBS PPNI Tingkatkan Kualitas SDM

Avatar of Lintang
Lapas Mojokerto secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Bina Sehat PPNI (UBS PPNI) Mojokerto. (Humas Lapas Mojokerto)
Lapas Mojokerto secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Bina Sehat PPNI (UBS PPNI) Mojokerto. (Humas Lapas Mojokerto)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto mengambil langkah maju dalam upaya pembinaan warga binaan. Pada Kamis (14/8/2025), Lapas Mojokerto secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Bina Sehat PPNI (UBS PPNI) Mojokerto.

Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati sangat luas, mencakup bidang keperawatan, kebidanan, manajemen, akuntansi, dan informatika.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi transformasi pengetahuan dan memberikan kesempatan praktik lapangan yang berharga bagi para mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, kerja sama ini akan mencakup berbagai kegiatan yang selaras dengan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa UBS PPNI akan mendapatkan kesempatan untuk belajar, melakukan praktik klinik, serta memperoleh pengalaman pendidikan lainnya di lingkungan Lapas Mojokerto.

Selain itu, PKS ini juga membuka jalan bagi pelaksanaan penelitian dan publikasi hasil pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, dukungan dari dunia pendidikan sangat vital bagi keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses rehabilitasi dan reintegrasi warga binaan ke masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif.

“Kami percaya, dengan adanya kerja sama ini, tidak hanya mahasiswa yang mendapat pengalaman nyata di lapangan, tetapi juga warga binaan akan memperoleh layanan yang lebih baik, baik di bidang kesehatan maupun pembinaan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Universitas Bina Sehat PPNI menekankan bahwa perjanjian ini menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari, sekaligus melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara nyata.

Terkait tugas dan tanggung jawab, pihak universitas bertanggung jawab menyiapkan materi pendidikan, melakukan supervisi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Sementara Lapas Mojokerto memfasilitasi kegiatan, menyiapkan narapidana sebagai objek penerima layanan, dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan program.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan pemasyarakatan, sejalan dengan semangat pembinaan yang humanis dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page