Kolaborasi Lapas dan Dinsos PPKB Banyuwangi Berikan Pendampingan Psikososial Warga Binaan

Avatar of Redaksi

 

IMG 20250312 WA0188
Keterangan foto: Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Mochamad Mukaffi dan Kepala Dinsos PPKB, Henik Setyorini, saat berdiskusi tentang ketanggapan hadapi bencana. (Roni/Kabarterdepan.com)

Banyuwangi, Kabarterdepan.com – Kolaborasi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam keadaan darurat, guna memastikan keamanan dan kesejahteraan warga binaan serta petugas saat terjadi bencana, Rabu (12/3/2025).

Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi, mengatakan kolaborasi dengan Dinsos PPKB dapat memberikan bantuan sosial dan logistik jika bencana alam terjadi. Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk warga binaan, tetapi juga untuk petugas Lapas serta pihak lain yang bertugas menangani situasi darurat.

“Kami berharap Dinsos PPKB dapat membantu memberikan pendampingan psikososial bagi warga binaan juga sangat penting untuk memulihkan kondisi mental dan psikologis mereka pascabencana,” katanya.

Dalam menghadapi bencana, lanjut Mukaffi, Lapas meminta dukungan fasilitas dengan penyediaan tenda atau lokasi evakuasi sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua pihak yang terdampak bencana alam mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan perlindungan yang memadai dalam menghadapi bencana alam,” jelas Mukaffi.

Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini, menyatakan kesiapan instansinya untuk merespon cepat jika terjadi bencana. Dinsos PPKB memiliki Tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana) yang terlatih dan siap memberikan bantuan logistik serta dukungan lainnya dalam kondisi darurat.

“Kami memiliki Tim Tagana yang siap siaga 24 jam. Mereka akan memberikan respon cepat, baik dalam hal logistik maupun pendampingan, termasuk evakuasi dan pemulihan psikologis korban bencana,” tegas Henik.

Henik menambahkan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana alam.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara Lapas Banyuwangi dan Dinsos PPKB, diharapkan dampak bencana alam dapat diminimalisir, terutama bagi warga binaan dan petugas Lapas yang rentan dalam situasi darurat.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi kapan saja,” pungkas Henik. (roni)

Responsive Images

You cannot copy content of this page