
Jakarta, Kabarterdepan.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh orang tua dan pengasuh untuk segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti posyandu dan puskesmas. Langkah ini penting untuk memperoleh imunisasi campak, mengingat penyakit ini sangat menular dan sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan para pengasuh, untuk segera membawa anak ke fasilitas posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya yang memberikan layanan imunisasi,” ujar Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine pada Selasa (27/8/2025).
Prima Yosephine menjelaskan bahwa imunisasi campak telah dimasukkan dalam Program Imunisasi Nasional dengan jadwal pemberian sebanyak tiga kali. Jadwal tersebut meliputi usia anak 9 bulan, 18 bulan, dan pada saat memasuki kelas 1 sekolah dasar.
Ia menekankan, dari tiga jadwal tersebut, pemberian imunisasi campak pada anak harus dilakukan minimal dua kali, yakni pada usia 9 bulan dan 18 bulan. Menurutnya, imunisasi merupakan satu-satunya cara aktif untuk membentuk antibodi pada anak, sehingga mereka terlindungi dari campak.
“Memang perlu diberikan imunisasi agar secara aktif anak itu membentuk sendiri antibodi terhadap campak,” ucapnya.
Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan lonjakan kasus campak di berbagai daerah. Per 24 Agustus 2025, Kemenkes mencatat adanya 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Salah satu kabupaten yang tengah menghadapi KLB campak serius adalah Sumenep, yang terletak di ujung timur Pulau Madura.
Prima Yosephine mengungkapkan bahwa hingga 24 Agustus, total terdapat 2.139 kasus suspek campak di Sumenep. Dari jumlah tersebut, 205 kasus telah dinyatakan positif, dengan angka kematian mencapai 17 jiwa. Data ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman campak terhadap kesehatan anak-anak.
Diketahui, campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu yang disebabkan oleh virus rubella.
“Penyakit ini sangat menular, bahkan penularannya itu lebih cepat kalau dibandingkan dengan COVID-19, jadi sangat-sangat menular,” ucap Direktur Prima.
Meskipun demikian, Direktur Prima mengingatkan penyakit campak dapat dicegah melalui imunisasi. Dengan demikian, orang tua ataupun para pengasuh tidak boleh menunda waktu bagi anaknya untuk mendapatkan imunisasi campak. (*)
