Klarifikasi Guru Tertibkan Siswa Merokok SMAN 1 Gemolong di Instagram, Kepsek: Itu bukan Akun Resmi Sekolah

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241126 211324
Akun @dps.mqn1g beberkan cerita Guru tertibkan Siswa saat merokok di SMAN 1 Gemolong Sragen.(Tangkapan layar Instagram)

Sragen, kabarterdepan.com – Baru baru ini muncul sebuah cerita di akun Instagram (IG) pasca viralnya pemberitaan ‘Guru didenda akibat menertibkan siswa merokok’ yang diduga terjadi di SMA Negeri 1 Gemolong Sragen.

Di akun @dps.man1g (Dewan Perwakilan Sman1g) tersebut diduga hendak mengkoreksi beberapa kutipan narasi yang sebelumnya telah ditayangkan oleh salah satu media dalam laporan pemberitaan.

Melaui story akun @dps.man1g itu tengah ditulisan cerita sebuah klarifikasi yang seakan-akan hendak memberitahukan kejadian yang sebenarnya kepada publik.

“Menertibkan siswa yang kedapatan yang sedang asyik merokok di jam sekolah” Itu salah, karena sebenarnya yang terjadi tindakan tersebut disaat selesai upacara bendera di adakan razia tas dan rambut. Saat mengetahui razia rambut siswa tsb menghindari razia dgn meninggalkan lapangan upacara dan pergi ke kelas (bukan merokok). Dan kenapa bisa siswa tsb dihukum? Karena dimana disaat razia tas, dari kebanyakan tas siswa yang terkena oleh razia yg dilakukan sklh ada tas siswa tsb yang pada saat di tanya “ini tas siapa? “tdk ada yg mengakui memiliki, karena pemiliknya saat itu posisinya sedang dikelas karena menghindari razia rambut seperti yg disebutkan diawal.

Lanjut untuk kejadian di lapbas saat kek*r*san terjadi. Setelah beberapa saat setelah pemilik tas (siswa yg terlibat) di lapbas, ia langsung disuruh duduk menghadap, dihujani banyak pertanyaan yg memojokan. Di dalam tas tsb ditemukan “sebatang” rok*k (bukan sengaja membawa/hendak merokok). Menurut keterangan, knp rok*k itu bisa ada di dlm tas? itu karna malam sebelum kejadian tsb tas yg untuk sklh itu dipakai nongkrong dan lupa tidak mengeluarkan rok*k td malam saat hendak dipakai sklh (merokok diluar jam sklh & tdk memakai sedikitpun atribut sklh bahkan tdk melibatkan nama sklh sedikitpun).

Guru FN nama yang dikutip dlm berita tsb (yang sebenarnya adalah FA) yg terkenal arogan dlm menyikapi setiap masalah bermain tangan kpd siswa melakukan bbrapa tindakan menindas siswa tsb dari verbal diluar dari mslh tersebut sampai fisik didepan siswa lainnya yg mungkin membuat siswa tsb merasa dipermalukan didepan teman-temannya.

Tidak hanya sampai situ sj, HP dari siswa tsb jg digeledah (entah untuk apa tujuannya) hampir semua yg seharusnya itu tidak sepatutnya dibuka/privasi, itu dibuka. Karena FA tidak begitu faham dgn sistem HP iPhone/iOs. Guru lain, DT mengambil alih untuk membuka akses HP tsb dan mulai membukanya. Disaat emosi FA memuncak. FA lagi lagi hendak melakukan kekerasan fisik namun dilerai oleh DT yg berada di dekatnya.

*kutipan diatas sepenuhnya informasi dari bbrapa kesaksian siswa/i SMAN 1 GEMOLONG yang melihat langsung kejadian tsb. (disertakan beberapa foto/video)

Lebih lanjut, kemudian pada story berikutnya @dps.man1g memposting tulisan yang diduga mengkoreksi permasalah Guru dan Siswa, akun @dps menyebutkan hanya membenarkan cerita yang sudah tersebar dimedia.

“22 nya sebenarnya salah, disini hanya membenarkan cerita dari berita yang sudah tersebar dari media”.

Demikian akun @dos.man1g menulis di story Instagramnya, Senin (25/11/2024) setelah berita mengenai peristiwa di SMA Negeri 1 Gemolong muncul dibeberapa media.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Gemolong, Suprapto mengatakan, mengenai kemunculan akun @dps.man1g yang memosting beberap tulisan di story di instagram tersebut, pihaknya menyatakan bahwa akun tersebut bukan akun resmi milik SMA Negeri 1 Gemolong.

“Akun itu bukan akun resmi SMA N 1 gemolong,” kata Suprapto, Selasa (26/11/2024).

Lebih lanjut, dirinya enggan berkomentar tentang tulisan akun @dps.man1g tersebut. Menurutnya permasalahan sudah selesai pihaknya akan berkonsentrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah saja.

“Dah mas , ngapunten (maaf) saya nggak komen saja karena masalah sudah selesai, sekolah konsentrasi mendidik siswa,” ujarnya.

Terkait akun instagram @dps.man1g, Suprapto menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui pemilik dari akun tersebut. “Saya nggak tahu,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, versi yang sebenarnya dari permasalahan tersebut, meskipun pihak terkait belum bersedia memberikan pernyataan secara resmi. Namun dipemberitaan sebelumnya, pihak SMAN 1 Gemolong Sragen dan Kepolisian setempat menyatakan bahwa permasalahan itu sudah selesai, Guru dan Siswa sepakat untuk berdamai. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page