
Sukabumi, Kabarterdepan.com – Pepen (35), warga Kampung Ciseupan Girang, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi ini lebih memilih sebagai pencari madu lebah sebagai sumber mata pencahariannya.
Aktifitas tersebut dilakukan Pepen sejak tiga tahun yang lalu. Dirinya sangat piawai mengambil madu dari sarang lebah, walaupun bahaya mendapat sengatan lebah sewaktu-waktu akan mengancamnya.
Tidak sembarangan orang bisa menaklukkan lebah, perlunya pengalaman dan kemampuan khusus untuk menaklukkannya.
Menurut Pepen, dalam mengambil madu dari lebah, ia tidak menggunakan alat pelindung apapun, hanya menggunakan asap untuk mengusir lebah dari sarangnya.
“Saya mah tidak pake pelindung apa-apa hanya pake asap saja untuk mengusir lebah dari sarangnya, saya juga pernah disengat lebah, saya juga sadar pasti sewaktu-waktu saya ada apesnya,” ujarnya, Minggu (5/1/2025)
Pepen kemudian menjual madu hasil dari buruannya kepada orang terdekat atau ia pasarkan melalui status WastsAppnya.
“Biasa yang beli, ada yang dilokasi pada saat saya ngambil madu, ada juga tetangga atau yang melihat status WA lalu menghubungi saya, saya jual perbotol sirup Rp 150 ribu, tanpa campuran apapun saya jamin madu saya jual 100 persen asli,” katanya.
Untuk mengetahui lokasi keberadaan sarang tawon biasanya pepen ada yang menghubunginya.
“ada yang menghubungi ada juga yang saya temukan sendiri,” pungkasnya. (M Idris)
