
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lapak es dawet cincau milik Umi Mutiyoharoh (30), yang berlokasi di depan SMP Negeri 6 Kota Mojokerto banyak diminati pembeli.
Semua itu berawal dari kecintaannya membuat es dawet untuk suami. Seiring waktu, ia mulai menjualnya, dan kini es dawet cincaunya semakin diminati oleh masyarakat.
Saat ditemui di tempat jualannya, Sabtu, (8/2/2025), Umi yang tengah mengandung anak ketiga tetap menjalankan rutinitasnya sebagai penjual es dawet cincau. Dalam berjualan, ia dibantu oleh seorang karyawan untuk melayani pelanggan.
“Saya menyediakan es dawet cincau, es dawet, dan es cincau dengan harga terjangkau, hanya Rp 5.000 saja,” ujar Umi.
“Es dawet cincau menjadi menu favorit para pembeli. Menurut saya, menu ini masih jarang ditemukan di tempat lain, sehingga banyak pelanggan yang tertarik,” tambahnya.
Es Dawet Cincau ini selalu menjadi favorit pelanggan dan tak pernah sepi, terutama saat Jumat siang, ketika banyak orang mencari minuman segar untuk melepas dahaga.

Umi, sang penjual, dengan ramah melayani pembeli setiap hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Keuntungan Menjual Es Dawet Cincau
Setiap hari, ia mampu meraup pendapatan sekitar Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Namun, jika dibandingkan dengan saat pertama kali membuka lapak, penjualannya sekarang tidak sebesar dulu.
“Saat pertama kali buka, penjualan saya sangat ramai berkat promo beli dua gratis satu. Namun,promonya itu hanya bertahan selama dua hari,” jelas Umi.
Umi mengaku tantangan dalam usahanya tidak begitu besar karena semua berjalan lancar. Semua adonan, seperti gula, dawet, dan santan, dibuat sendiri. Satu-satunya bahan yang dibeli adalah cincau.
Setiap hari, Umi menyiapkan bahan baku berupa 4 kg es dawet, 1,5 kg cincau, 2 liter santan, serta 2,5 liter susu dan gula agar cita rasa es dawetnya tetap khas dan menarik pelanggan.
Umi sebenarnya telah berjualan dari rumah dan secara online selama satu tahun. Pada pertengahan Januari, ia membuka lapak pertamanya, yang langsung menarik perhatian pembeli. Umi berharap lapak ini terus berkembang dan semakin dikenal luas.
“Semoga ke depan penjualan semakin meningkat dan bisa membuka cabang di tempat lain,” tutupnya. (Steven)
