
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Ribuan warga dari 18 RW di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta ambil bagian dalam kirab Budaya Sorosutan Ramadan Istimewa 2026, Minggu (15/2).
Perhelatan diawali dengan kirab budaya yang bergerak dari Taman Budaya Embung Giwangan menuju Asrama Kepri Yogyakarta.
Kirab tersebut digelar sebagai ungkapan syukur masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang dimulai pada 18 Februari 2026.
Para peserta tampil mengenakan busana adat Jawa. Sejumlah rombongan juga membawa hasil bumi seperti aneka sayuran sebagai simbol rasa terima kasih atas limpahan rezeki.
Tradisi Lokal
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara nilai religius dan kekayaan tradisi lokal.
“Melalui kegiatan Gelar Budaya ini, nilai-nilai spiritual Ramadan dipadukan dengan kekayaan budaya lokal sehingga menghadirkan ruang yang tidak hanya religius, tetapi juga edukatif, kreatif, dan mempererat persaudaraan sesama warga,” ujarnya.

Ia menilai Kelurahan Sorosutan memiliki potensi besar sebagai kawasan yang aktif dan berbudaya. Tradisi yang ada dinilai tetap lestari sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana dakwah kultural, penguatan karakter, dan pembinaan generasi muda agar mencintai budaya serta menjunjung nilai luhur,” tambahnya.
Selain kirab budaya, kegiatan juga diramaikan puluhan pelaku UMKM kuliner dari wilayah Sorosutan yang turut memeriahkan suasana.
Kirab Budaya Jadi Agenda Tahunan
Sementara itu, Lurah Sorosutan, Muhammad Zulazmi, menjelaskan bahwa Kirab Budaya Sorosutan Ramadan Istimewa merupakan agenda tahunan dan tahun ini menjadi pelaksanaan kedua.
Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi antara Pokdarwis Sutawijaya, LPMK Pinituo, komunitas budaya, hingga lembaga pendidikan dari tingkat TK sampai perguruan tinggi di wilayah tersebut.
“Sekitar 1.200 peserta dari 30 rombongan terlibat, terdiri dari 18 RW, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat. Selain kirab, ada juga pentas seni serta pengajian pada sore hari,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi bekal kesiapan lahir dan batin masyarakat dalam menyambut Ramadan, sekaligus memperkuat semangat kebudayaan dan kebersamaan warga.
“Semoga Ramadan tahun ini berjalan lancar, ibadahnya baik, dan kebersamaan warga semakin kuat,” pungkasnya. (Hadid Husaini).
Editor: Ahmad
