Keunikan Masjid Agung Mojokerto: Ruang Bawah Tanah dan Lorong 400 Meter

Avatar of Redaksi
Keunikan Masjid Agung Mojokerto
Keunikan Masjid Agung Mojokerto

KabupatenMojokerto, KabarTerdepan.com – Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah miliki ruang bawah tanah seluas 2.500 meter persegi yang tersembunyi di Dusun Losari, Desa Pekukuhan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (23/02/2026). Keberadaan ruang tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemui di bangunan masjid pada umumnya.

Ruang bawah tanah itu dirancang berupa lorong-lorong panjang dengan beberapa ruangan terpisah di antaranya. Struktur bangunan yang berada di bawah permukaan tanah tersebut memberikan suasana hening dan berbeda dibandingkan ruang utama masjid.

Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Deras Robohkan Pohon Melinjo di Kotagede

“Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah. Maknanya kaum Nahdlatul Ulama agar bersatu dan rukun dalam kasih sayang Allah SWT,” ujar Abdul Wahab Said selaku pemilik masjid ini.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ruang bawah tanah bukan sekadar unsur arsitektur, melainkan memiliki pesan spiritual mendalam. Konsep tersebut diharapkan menjadi pengingat tentang kehidupan dan kematian bagi setiap pengunjung yang datang.

“Berupa lorong-lorong, di antara lorong ada ruangan. Panjang lorong kalau ditotal sekitar 400 meter, ada enam ruangan berupa musala kecil-kecil, ada dua sendang,” ujar Abdul Wahab Said.

Lorong sepanjang kurang lebih 400 meter itu terhubung dengan enam musala kecil yang dapat digunakan untuk beribadah secara khusyuk. Selain itu, terdapat dua sendang yang menambah nuansa alami dan memperkuat kesan tradisional pada bangunan tersebut.

“Selama di dalam, setidaknya ada sesuatu yang didapat, tidak sekadar melihat-lihat saja, paling minim ingat kematian. Karena di dalam hanya tanah tanpa sesuatu apapun,” ujar Abdul Wahab Said.

Menarik Perhatian Warga Mojokerto

Suasana di dalam ruang bawah tanah terasa sunyi dengan dinding tanah yang dibiarkan alami tanpa ornamen berlebihan. Kondisi tersebut membuat pengunjung lebih mudah merenung dan menenangkan diri.

“Selama Ramadan kegiatan rutin biasa, salat, tadarus, tarawih,” ujar Abdul Wahab Said.

Selama bulan Ramadan, masjid tetap menggelar kegiatan ibadah seperti salat berjemaah, tadarus Al Quran, serta tarawih. Kehadiran ruang bawah tanah menjadi pelengkap nilai spiritual, sekaligus memperkaya pengalaman beribadah bagi masyarakat sekitar.

Keunikan Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah menjadikannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang refleksi. Bangunan ini memperlihatkan perpaduan arsitektur dan pesan keagamaan yang kuat, sehingga menarik perhatian warga Mojokerto dan sekitarnya.

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page