Ketua PII Riau Sambut Positif PLTP Bonjol, Tonggak Sejarah Energi di Pasaman

Avatar of Redaksi
IMG 20250131 WA0076
Ketua PII Riau Ir Ulul Azmi. (Fajar Panomua Ramadan/kabarTerdepan.com)

Pasaman, Kabarterdepan.com – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bonjol yang dikembangkan oleh PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu) menjadi langkah besar dalam pengembangan energi terbarukan di Sumatera Barat.

Proyek ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan listrik nasional, tetapi juga berpotensi mengangkat perekonomian Pasaman dan membuka peluang baru bagi masyarakat setempat.

Ir. Ulul Azmi, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Provinsi Riau sekaligus putra daerah Pasaman, menyebut proyek ini sebagai momentum bersejarah yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.

“Sebagai putra daerah, saya melihat PLTP Bonjol bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masyarakat Pasaman. Ini adalah kesempatan emas untuk membawa Pasaman naik kelas dalam sektor energi dan ekonomi,” ujar Ulul Azmi.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan energi panas bumi sangat relevan dalam mencapai kemandirian energi serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Menurutnya, PLTP Bonjol adalah bagian penting dari transisi energi nasional dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Geothermal adalah energi masa depan. Kita punya sumber daya yang melimpah dan harus dimanfaatkan dengan optimal. PLTP Bonjol bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari visi besar Indonesia menuju energi hijau. Ini juga berperan dalam percepatan target Net Zero Emission 2060,” katanya.

Ulul Azmi juga menyoroti dampak ekonomi dari proyek ini, yang diharapkan bisa membuka banyak peluang kerja dan usaha bagi masyarakat lokal.

“Yang paling penting adalah bagaimana proyek ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasaman. Harus ada sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton, mereka harus terlibat aktif,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal agar proyek ini bisa memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Kita harus memastikan ada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. Saya berharap ada program pelatihan dan sertifikasi bagi anak-anak muda Pasaman agar mereka bisa berkontribusi langsung dalam proyek ini. Jangan biarkan tenaga kerja dari luar daerah yang mendominasi, sementara masyarakat setempat tidak mendapat manfaat maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek energi bersih, pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, dan mitigasi perubahan iklim.

“PLTP Bonjol ini selaras dengan SDG 7 tentang energi bersih, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang penguatan industri, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai seorang insinyur yang juga aktif di dunia pendidikan, Ulul Azmi mengajak generasi muda Pasaman untuk terlibat dalam industri energi terbarukan.

“Ini adalah kesempatan bagi anak-anak muda Pasaman untuk berkembang di sektor energi bersih. Jangan hanya jadi penonton, tetapi jadilah bagian dari perubahan ini. Saya ingin melihat lebih banyak putra-putri Pasaman yang menjadi insinyur dan tenaga ahli di bidang panas bumi,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan akademisi dalam membangun ekosistem industri energi yang berkelanjutan.

“Pemerintah daerah dan perusahaan harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang energi panas bumi. Kita harus memastikan bahwa investasi besar ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

Dengan optimisme tinggi, Ulul Azmi yakin bahwa PLTP Bonjol akan menjadi titik awal bagi Pasaman untuk berkembang sebagai daerah maju di sektor energi dan industri.

“Ini adalah momen penting bagi Pasaman untuk menunjukkan bahwa kita bisa berkontribusi dalam perubahan besar sektor energi. Jika dikelola dengan baik, proyek ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Mari kita dukung bersama agar PLTP Bonjol menjadi kebanggaan kita semua,” katanya. (Fajar Panomuan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page